BPS: Jumlah Kunjungan Wisman Selama 2020 Hanya 4,02 Juta
Senin, 1 Februari 2021 | 20:37 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia selama tahun 2020 mencapai 4,02 juta kunjungan. Kondisi ini menurun sebesar 75,03 % dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 16,11 juta kunjungan.
"Sektor pariwisata masih akan mengalami tantangan berat selama pandemi belum terkontrol," ucap Kepala BPS Kecuk Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual di kantornya pada Senin (1/2/2021).
Suhariyanto mengatakan kondisi pandemi Covid 19 memukul sektor pariwisata. Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia namun juga di semua negara. Jumlah kunjungan wisman ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 1,67 juta kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 1,02 juta kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 1,33 juta kunjungan.
"Karena banyak negara yang merupakan pasar utama wisman Indonesia yang masih melakukan pelarangan bepergian ke luar negeri (travel banned), bahkan beberapa negara yang mengalami second wave (gelombang kedua) kembali melakukan lockdown," ucap Suhariyanto.
Suhariyanto mengatakan jumlah kunjungan wisman ke Indonesia bulan Desember 2020 mencapai 164,09 ribu. kunjungan. Bila dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2019 yang berjumlah 1,38 juta kunjungan, jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2020 mengalami penurunan tajam sebesar 88,08%.
Namun, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya November 2020, jumlah kunjungan wisman bulan Desember 2020 terjadi peningkatan sebesar 13,58% . Dilihat berdasarkan pintu masuknya, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia melalui pintu masuk udara sebanyak 23,60 ribu kunjungan, pintu masuk lautsebanyak 44,48 ribu kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 96,01 ribu kunjungan.
"Wisman yang datang pada bulan Desember ini sebagian besar masih merupakan wisman bisnis yang melakukan tugas untuk melakukan misi tertentu bukan yang melakukan leisure (wisata)," tutur Suhariyanto.
Sementara itu Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada bulan Desember 2020 mencapai rata-rata 40,79%. Persentase TPK tertinggi tercatat di Provinsi Kalimantan Timur sebesar 59,78%, diikuti oleh Provinsi Lampung sebesar 59,32%, dan Provinsi Papua Barat sebesar 58,51%.
Suhariyanto mengatakan tidak berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya, Provinsi Bali tercatat sebagai TPK dengan persentase terendah di bulan Desember 2020, yaitu sebesar 19%.
"Pada Desember 2020 sedikit mengalami peningkatan jadi 40,79% dibandingkan posisi November lalu sebesar 40,14%. Pada akhir tahun kemarin ada beberapa kegiatan baik yang dilakukan pemerintah dan swasta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," ucapnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




