ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Investor Asing Minati Pelabuhan

Selasa, 2 Oktober 2012 | 03:09 WIB
AS
B
Penulis: Antara/ Didit Sidarta | Editor: B1
Ilustrasi: Sebuah Kapal Feri sandar menunggu muatan di Dermaga III Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (24/8). Memasuki H+5 arus mudik lebaran sudah tidak ada lagi, sedangkan arus balik diprediksi akan mencapai puncaknya pada H+7 atau Minggu (26/8)
Ilustrasi: Sebuah Kapal Feri sandar menunggu muatan di Dermaga III Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (24/8). Memasuki H+5 arus mudik lebaran sudah tidak ada lagi, sedangkan arus balik diprediksi akan mencapai puncaknya pada H+7 atau Minggu (26/8) (Antara)
Di Indonesia, pengelolaan pelabuhan dimungkinkan diserahkan kepada swasta jika kepemilikan lahan di suatu kawasan dikuasai sepenuhnya oleh swasta.

Sejumlah investor asing menyatakan minatnya untuk menanamkan modalnya di sektor pelabuhan di Indonesia.

"Ada beberapa investor asing yang berminat untuk investasi 'port' di Indonesia," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, di Jakarta, Senin (1/10).

Dua investor asing, yaitu Royal Carribean Cruise dan Turkey sudah menyatakan berminat untuk berinvestasi di Indonesia.

"Dua perusahaan itu terutama dari bagian cruise line yang mengembangkan port sudah berinvestasi di banyak negara," katanya.

Mereka berminat tidak semata berinvestasi di pelabuhan tetapi juga untuk retail dan pantai beserta area bisnis yang terintegrasi.

Di Indonesia, pengelolaan pelabuhan dimungkinkan diserahkan kepada swasta jika kepemilikan lahan di suatu kawasan dikuasai sepenuhnya oleh swasta. Namun sebagian besar sektor pelabuhan yang dikembangkan menggunakan model "public-private partnership".

"Kami menggunakan kesempatan pertemuan itu untuk mempresentasikan rencana proyek-proyek besar kita misalnya Kawasan Ekonomi Khusus seperti Mandalika dan Tanjunglesung," katanya.

Mari juga menegaskan ambisi Indonesia untuk menjadi destinasi kapal pesiar yang berkelanjutan dan berkelas dunia.

Menurutnya, kapal pesiar di Indonesia memiliki prospek yang cerah karena pesatnya pertumbuhan kelas menengah di Asia dan Australia sebagai pasar utama wisata cruise Indonesia.

"Hal ini dapat dilihat dari tingginya permintaan kapal pesiar ke Indonesia dengan perencanaan pertumbuhan jumlah penumpang kapal pesiar ke Indonesia yang mencapai 160.000 penumpang dengan cruise calls sebanyak 300 calls pada 2013 atau meningkat 40 persen dibandingkan 2012," kata Mari.

Terdapat empat hal utama dalam mengembangkan destinasi kapal pesiar yakni pengembangan produk dan aktivitas wisata, peningkatan infrastruktur terutama konektivitas dan peningkatan standar pelabuhan. Di samping itu juga pelestarian identitas budaya serta pemberdayaan masyarakat lokal dalam mengembangkan destinasi wisata kapal pesiar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon