ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Link Net Catat Kenaikan Layanan 40% Selama Pandemi Covid-19

Kamis, 15 Juli 2021 | 21:46 WIB
EK
FH
Penulis: Emanuel Kure | Editor: FER
Director of Enterprise Sales PT Linknet Tbk Agung Satya Wiguna dalam forum Investor Daily Summit 2021 sesi
Director of Enterprise Sales PT Linknet Tbk Agung Satya Wiguna dalam forum Investor Daily Summit 2021 sesi "Pandemi, Momentum Investasi Sektor Kesehatan", Kamis, 15 Juli 2021. (BeritaSatu)

Jakarta, Beritasatu.com - Akses terhadap platform dan layanan di sektor kesehatan mengalami peningkatan yang sangat signifikan selama pandemi covid-19.

Director of Enterprise Sales PT Link Net Tbk, Agung Satya Wiguna mengatakan, sektor kesehatan bakal menjadi andalan dalam kehidupan di era new normal ini. Selama pandemi, terjadi peningkatan layanan secara signifikan, terutama permintaan penambahan kapasitas internet.

"Kami memiliki pelanggan di sektor kesehatan. Tahun ini terlihat banyak peningkatan layanan secara signifikan, terdapat banyak permintaan penambahan kapasitas upgrade dan rata-rata terdapat kenaikkan layanan sebesar 40%. Kami juga memiliki pelanggan dari sektor digital tech," kata Agung dalam acara Investor Daily Summit 2021 yang disiarkan secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Menurut Agung, pada periode Januari 2020-Januari 2021, terdapat 15,5% kenaikkan pengguna internet. Jumlah ini, sangat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang hanya mengalami peningkatan sebesar 10%. Tak hanya itu, pada Juli 2021, terdapat 4,3 juta visitor yang melihat portal Covid-19.co.id. Juga terdapat kenaikkan atau lonjakan sebesar 600% terhadap penggunaan telemedicine.

ADVERTISEMENT

"Ini artinya terjadi peningkatan trafik yang signifikan, dan juga menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mendapatkan informasi yang valid terkait Covid-19," ujar Agung.

Sedangkan, dari sisi penggunaan internet, berdasarkan data dari PWC 2020, untuk belanja online juga mengalami peningkatan. Belanja online untuk produk kesehatan terjadi peningkatan sebesar 77%, bahan makanan 67% dan entertainment 54%. Sehingga, menurut data dari Cekindo, total belanja online selama 2020 mencapai US$ 180 juta.

Selanjutnya, untuk pembayaran digital, terdapat 129,9 juta masyarakat Indonesia telah menggunakan pembayaran digital, dan transaksi e-commerce sudah mencapai Rp 266 triliun pada 2020. Transaksi di healtcare juga meningkat melalui kartu kredit naik 123% dan merchant naik 311%.

Lalu, untuk work from home (WFH), di mana pengguna menggunakan teknologi video conferencing, VPN hingga VoIP untuk bekerja. Semenjak kebijakan WFH dilakukan pada Maret 2020, ada 61 juta pasien yang membutuhkan bantuan medis virtual dengan mengunjungi website kesehatan.

Sementara, untuk pembelajaran jarak jauh (PJJ), sejak diumumkan pemerintah mengumumkan penutupan pembelajaran tatap muka pada April 2020, sebanyak 68 juta siswa telah menjalankan proses belajar dari rumah.

Agung menjelaskan, mencermati situasi ini, Link Net pun terus berupaya maksimal untuk mendukung masyarakat tetap produktif selama pandemi covid-19. Melalui berbagai kegiatan corporate social responsbility (CSR), Link Net berupaya memberikan pelayanan yang maksimal.

Diantaranya, Link Net peduli terhadap tenaga medis, dengan memberikan gratis langganan First Media selama 3 bulan untuk 3.000-an tenaga medis. Selain itu, memberikan bantuan obat-obatan, hand sanitizer, dan program disinfektan.

"Karena banyak aktivitas di rumah, kami support internet di rumah. Kami juga memberikan layanan platform video conference. Hal ini dapat memfasilitasi karyawan pelanggan kami yang bekerja dari rumah. Kami memberikan bantuan kepada tenaga medis, pendidik dengan paket 3 bulan internet gratis dan memakai platform learning management system," jelas Agung.

Agung juga menuturkan, potensi digital di sektor kesehatan sangat besar. Dia menyebut, saat ini, Indonesia memiliki 2 healtech terbesar dari 5 healtech di Asia Tenggara, yaitu Halodoc dan Alodokter. Namun, yang menjadi tantangan adalah, ketersediaan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan.

"Ini memang tantangan. Tetapi, ini semua bisa dijawab denag ketersediaan konektivitas yang merata di setiap daerah. Sehingga, masyarakat bisa mengatasi itu dengan mengkase layanan ksehatan melalui teknologi," ungkapnya.

Agung menambahka, pertumbuhan pengguna internet dan penggunaan aplikasi yang pesat, bisa menjadikan percepatan digitalisasi di daerah terwujud. Saat ini, kata dia, Indonesia memiliki 202,6 juta pengguna internet, 178,6 juta pengguna smartphone, dan sebanyak 42,5 juta orang memiliki aplikasi kesehatan dan wellness.

"Ini sebenarnya potensi yang kita miliki, dan harus dimanfaatkan untuk kemajuan digitalisasi di sektor kesehatan kita. Terutama untuk mengatasi persolan pandemi Covid-19 saat ini. Orang-orang bisa mendapatkan layanan medis dengan cepat, serta obat-obatan dengan gampang, karena adanya akses teknologi," terang Agung.

Lebih jauh, dari sisi teknologi untuk mendukung layanan kesehatan selama masa pandemi ini, Link Net sendiri telah menyediakan health device yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Salah satunya,  dengan menerapkan thermal solutions untuk memberikan identifikasi.

"Selain itu, ada juga patient monitoring, untuk membantu pasien isoman. Ada juga contact tracing, membantu individu yang melakukan kontak dengan pihak lain. Saya yakin, investasi di sektor kesehatan terutama sektor digital sangat terbuka, dengan semua fakta yang ada. Saya yakin pandemi ini hanya faktor game changer untuk mempercepat. Setelah pandemi usai, digital health ini akan tetap jalan dengan segala kemudahannya," tandas Agung.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon