ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wamenkeu: Mulai 2022, Defisit APBN Akan Ditekan

Selasa, 14 Desember 2021 | 13:05 WIB
TP
FB
Penulis: Triyan Pangastuti | Editor: FMB
Ilustrasi  bantuan langsung tunai (BLT),
Ilustrasi bantuan langsung tunai (BLT), (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pelaksanaan APBN tahun 2022 menjadi tahun krusial dengan arah defisit anggaran 4,85% terhadap PDB.

Arah defisit anggaran akan terus diturunkan, pasalnya tahun depan merupakan tahun terakhir pemerintah diizinkan untuk melebarkan defisit di atas 3% sebagaimana aturan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 terkait kebijakan keuangan negara untuk menghadapi pandemi virus corona.

"Tahun 2022 sangat penting bagi Indonesia, karena dari segi fiskal ini merupakan tahun terakhir undang-undang mengizinkan kita untuk defisit fiskal lebih tinggi dari 3%," tuturnya dalam US-Indonesia Investment Summit, Selasa (14/12/2021).

Ia menceritakan saat awal terjadi pandemi Covid-19 di tahun 2020, kinerja ekonomi tertekan sangat dalam tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tercatat kontraksi 2,07% sedangkan penopang pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi, investasi ekspor dan impor juga mengalami kontraksi. Di saat itu, pengeluaran pemerintah harus menjadi penyokong kinerja ekonomi agar tetap kuat.

ADVERTISEMENT

Dengan begitu, upaya konsolidasi fiskal menuju 2023 harus terus diupayakan untuk kembali menyehatkan APBN dan mendorong defisit APBN secara bertahap turun menuju di bawah 3% pada tahun 2023.

"Untuk mendorong defisit ke bawah 3% terhadap PDB ada dua strategi. Pertama kita harus meningkatkan pendapatan mereka (masyarakat) dan kedua kita harus mempertajam pengeluaran," tuturnya.

Bahkan defisit APBN tahun 2020 tercatat Rp 6,14% terhadap PDB atau Rp 947,6 triliun. Kemudian untuk defisit APBN tahun ini yang dipatok 5,7% terhadap PDB atau Rp 1.006,4 triliun diproyeksikan dapat lebih rendah dari target sejalan dengan pemulihan ekonomi yang semakin kuat dan sisi penerimaan yang meningkat.

"Kami berharap bahwa kami akan menjadi jauh lebih rendah dari itu. Kami memperkirakan defisit fiskal Indonesia pada tahun 2021 akan berada di kisaran 5,1%,5,2% hingga 5,5% dari PDB. Kami dapat, kami berharap dapat melaporkan kepada Anda semua pada akhir tahun ini. Kita akan melanjutkan konsolidasi fiskal dengan meningkatkan penerimaan negara," tuturnya.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Purbaya Kejar Praktik Under Invoicing, 10 Perusahaan Terindikasi

Purbaya Kejar Praktik Under Invoicing, 10 Perusahaan Terindikasi

EKONOMI
Purbaya Tepis Kabar Suahasil dan Misbakhun Ikut Seleksi Ketua OJK

Purbaya Tepis Kabar Suahasil dan Misbakhun Ikut Seleksi Ketua OJK

EKONOMI
Wamenkeu Dorong Peran Swasta untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi

Wamenkeu Dorong Peran Swasta untuk Genjot Pertumbuhan Ekonomi

EKONOMI
Wamenkeu Sebut Sudah 954 Juta Batang Rokok Ilegal Diamankan

Wamenkeu Sebut Sudah 954 Juta Batang Rokok Ilegal Diamankan

EKONOMI
Pemerintah Kucurkan Rp 192,2 Triliun untuk Subsidi Energi Nasional

Pemerintah Kucurkan Rp 192,2 Triliun untuk Subsidi Energi Nasional

EKONOMI
Terjadi Percepatan, Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp 694,2 Triliun

Terjadi Percepatan, Belanja Pemerintah Pusat Capai Rp 694,2 Triliun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon