ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPS Catat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia Turun

Senin, 17 Januari 2022 | 14:14 WIB
H
FH
Penulis: Herman | Editor: FER
Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers pemaparan kondisi kemiskinan Indonesia, 17 Januari 2022
 
Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers pemaparan kondisi kemiskinan Indonesia, 17 Januari 2022   (Beritasatu Photo/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia.

Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio pada September 2021 sebesar 0,381.

"Angka ini menurun 0,003 poin jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2021 yang sebesar 0,384 dan menurun 0,004 poin dibandingkan dengan Gini Ratio September 2020 yang sebesar 0,385," kata Margo Yuwono dalam pemaparan Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk Indonesia September 2021, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: Penurunan Kemiskinan di Desa Lebih Cepat Dibandingkan Kota

ADVERTISEMENT

Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada September 2021 adalah sebesar 0,398. Hal ini menunjukkan terjadi penurunan sebesar 0,003 poin dibanding Maret 2021 yang sebesar 0,401 dan menurun sebesar 0,001 poin dibanding September 2020 yang sebesar 0,399.

Untuk daerah perdesaan, Gini Ratio pada September 2021 tercatat sebesar 0,314, turun sebesar 0,001 poin dibandingkan dengan kondisi Maret 2021 dan sebesar 0,005 poin dibandingkan dengan kondisi September 2020.

"Gini Ratio di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan perdesaan, sebab pengeluaran penduduk di perkotaan jaraknya lebar. Sementara di perdesaan, karena sumber pendapatannya relatif sama dari pertanian, sehingga Gini Ratio-nya relatif lebih rendah," kata Margo Yuwono.

Baca Juga: BPS: Dalam Setahun, Penduduk Miskin Turun 1,05 Juta Jiwa

Bila dilihat per provinsi, Margo Yuwono memaparkan, provinsi yang mempunyai nilai Gini Ratio tertinggi tercatat di Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu sebesar 0,436. Sementara Gini Ratio terendah tercatat di Bangka Belitung dengan Gini Ratio sebesar 0,247.

Jika dibandingkan dengan Gini Ratio nasional yang sebesar 0,384, terdapat tujuh provinsi dengan angka Gini Ratio lebih tinggi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta (0,436), DKI Jakarta (0,411), Gorontalo (0,409), Jawa Barat (0,406), Papua (0,396), Sulawesi Tenggara (0,394), dan Nusa Tenggara Timur (0,339).

Selain Gini Ratio, ukuran ketimpangan lain yang sering digunakan adalah persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah atau yang dikenal dengan ukuran Bank Dunia. Berdasarkan ukuran ini, tingkat ketimpangan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu tingkat ketimpangan tinggi jika persentase pengeluaran kelompok penduduk 40 persen terbawah angkanya di bawah 12%, ketimpangan sedang jika angkanya berkisar antara 12%–17%, serta ketimpangan rendah jika angkanya berada di atas 17%.

Baca Juga: Gini Ratio Maret 2019 Turun 0,007 Poin

Pada September 2021, persentase pengeluaran pada kelompok 40% terbawah adalah sebesar 17,97% yang berarti ada pada kategori ketimpangan rendah. Kondisi ini menurun dibandingkan dengan Maret 2021 yang sebesar 17,75% dan meningkat dibandingkan dengan September 2020 yang sebesar 17,93%.

Jika dibedakan menurut daerah, pada September 2021 persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah di daerah perkotaan adalah sebesar 17,00%. Sementara persentase pengeluaran pada kelompok penduduk 40% terbawah di daerah perdesaan tercatat sebesar 20,83%.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Begini Cara Daftar Rekrutmen Mitra BPS 2026 lewat Aplikasi Sobat BPS

Begini Cara Daftar Rekrutmen Mitra BPS 2026 lewat Aplikasi Sobat BPS

NASIONAL
Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Tangerang

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Dasar Kebijakan Pemkot Tangerang

BANTEN
BPS Tegaskan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Sudah Sesuai Standar

BPS Tegaskan Data Pertumbuhan Ekonomi 5,12 Persen Sudah Sesuai Standar

EKONOMI
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Jadi Mesin Utama

Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5,11 Persen, Konsumsi Jadi Mesin Utama

MULTIMEDIA
Naik 6,15 Persen, Ekspor Indonesia 2025 Tembus US$ 282,91 Miliar

Naik 6,15 Persen, Ekspor Indonesia 2025 Tembus US$ 282,91 Miliar

EKONOMI
BPS Kirim 510 Mahasiswa Polstat STIS Data Wilayah Bencana di Sumatera

BPS Kirim 510 Mahasiswa Polstat STIS Data Wilayah Bencana di Sumatera

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon