ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pemerintah Ajak Pengusaha Berutang Lagi

Selasa, 25 Januari 2022 | 12:39 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022 yang digelar Hipmi, 25 Desember 2022.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022 yang digelar Hipmi, 25 Desember 2022. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara memandang utang sebagai hal yang positif untuk mendukung ekspansi sebuah usaha. Hal yang sama juga berlaku dalam pengelolaan APBN. Untuk membiayai defisit APBN, pemerintah salah satunya mengambil langkah berutang.

"Utang itu adalah alat kita. Karena itu termasuk saya ingin menyampaikan kepada teman-teman Hipmi, katanya pengusaha yang sehat itu pasti punya utang. Karena utang itu memungkinkan pengusaha melakukan ekspansi, di pemerintahan juga sama. Jadi kalau teman-teman pengusaha siap untuk berutang, semoga sebentar lagi siap untuk berutang, karena kan teman-teman pengusaha melihatnya asal ada demand, kita cari pembiayaan," kata Suahasil Nazara dalam acara Indonesia Economic Outlook 2022 yang digelar Hipmi, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga: OJK Proyeksi Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 12%

Suahasil menyampaikan, pada akhir 2021 lalu, pertumbuhan kredit di Indonesia mencapai 5,2%. Angka ini sudah jauh lebih baik dibandingkan 2020, namun masih rendah dibandingkan kondisi sebelum pandemi.

ADVERTISEMENT

"Biasanya sebelum pandemi jauh di atas itu, malah kita inginnya kredit itu tumbuh double digit, sehingga dunia usaha punya sumber pendanaan untuk melakukan ekspansi. Ini sudah lebih baik dibandingkan 2020 yang negatif. Kalau negatif, berarti kan tidak melakukan ekspansi. Kita ingin dunia usaha melakukan ekspansi, sumbernya dari pertumbuhan kredit," kata Suahasil.

Di pemerintahan sendiri, meskipun juga menempuh jalur utang untuk membiayai defisit APBN, namun Suahasil menegaskan utang yang diambil penuh kehati-hatian.

"Defisit APBN dibiayai dengan utang, bikin utangnya harus hati-hati. Karena itu, kita cari cara terus. Tentu bikin utang adalah dengan ke pasar, tapi kita juga koneksi dengan Bank Indonesia, kerja sama dengan otoritas moneter untuk membuat pembiayaan utang cukup kredibel. Misalnya BI membeli surat utang pemerintah langsung," jelas Suahasil.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Tembus Rp 7.280 T, Utang Luar Negeri Indonesia Naik Rp 69,04 T

Tembus Rp 7.280 T, Utang Luar Negeri Indonesia Naik Rp 69,04 T

EKONOMI
Strategi Hadapi Risiko Utang dan Kredit Bermasalah di Era Modern

Strategi Hadapi Risiko Utang dan Kredit Bermasalah di Era Modern

EKONOMI
Pemerintah Indonesia Tambah Utang Rp 736,3 Triliun pada 2025

Pemerintah Indonesia Tambah Utang Rp 736,3 Triliun pada 2025

EKONOMI
Tarik Utang Rp 614,9 Triliun pada 2025, Wamenkeu: Masih Sesuai Desain

Tarik Utang Rp 614,9 Triliun pada 2025, Wamenkeu: Masih Sesuai Desain

EKONOMI
BI Catat Utang Luar Negeri RI Turun jadi US$ 424,4 Miliar

BI Catat Utang Luar Negeri RI Turun jadi US$ 424,4 Miliar

EKONOMI
Strategi Jitu Menkeu Purbaya untuk Tekan Utang Rp 9.138 Triliun

Strategi Jitu Menkeu Purbaya untuk Tekan Utang Rp 9.138 Triliun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon