ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Inilah 3 Grup yang Menguasai Ekosistem Startup Indonesia

Kamis, 3 Februari 2022 | 16:26 WIB
H
FB
Penulis: Herman | Editor: FMB
Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee dalam program Zooming with Primus bertajuk “Booming Startup IPO” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, 3 Februari 2022.
Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee dalam program Zooming with Primus bertajuk “Booming Startup IPO” yang disiarkan langsung Beritasatu TV, 3 Februari 2022. (Beritasatu.com/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com – Di tengah booming perusahaan rintisan atau startup di Indonesia, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan hanya startup yang bisa memenangi pasar saja yang nantinya bisa bertahan karena memiliki ekosistem yang lengkap.

Hans melihat, saat ini ada tiga grup startup yang cukup besar dan mendominasi pasar di Indonesia. Pertama ada GoTo yang di dalamnya ada Tokopedia, Gojek, dan layanan finansial. Kemudian ada Grup Djarum yang memiliki Blibli, Tiket.com dan juga memiliki bank digital dengan ekosistem yang lengkap. Berikutnya ada PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) group, di mana investor yang ada di belakang EMTK merupakan investor yang sama dengan yang ada di Grab, sehingga kemungkinan akan ada kolaborasi. Di sana juga ada Bukalapak, Dana dan OVO.

Baca Juga: Soal Rencana IPO GoTo, Bagaimana Progresnya?

"Jadi banyak yang tumbuh seperti jamur di musim hujan, tetapi yang bertahan adalah yang akan memenangkan pasar, karena konsep yang ada di industri startup itu sebenarnya satu, the winner takes all," kata Hans Kwee dalam program Zooming with Primus bertajuk "Booming Startup IPO" yang disiarkan langsung Beritasatu TV, Kamis (3/2/2022).

ADVERTISEMENT

Terkait booming startup yang melantai di bursa atau initial public offering (IPO), Hans mengatakan hal ini juga tidak terlepas dari preferensi investor yang kebanyakan milenial. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, layanan berbasis teknologi digital semakin banyak digunakan masyarakat.

"Investor kita sekarang ini banyak sekali kaum milenial. Jadi mereka membeli sesuatu yang istilahnya satu irama dengan mereka, sehingga kelihatan sekali perusahaan teknologi sangat diminati. Ini memang tidak terlepas dari keadaan kita yang tengah menghadapi Covid-19. Semua orang dipaksa ada di rumah, beraktivitas di rumah, sehingga perusahan teknologi yang banyak membantu masyarakat mendapatkan keuntungan. Sehingga orang punya ekspektasi yang sangat tinggi bahwa perusahaan teknologi ini ke depan akan lebih booming lagi," kata Hans.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Hadirkan Explorise Pulse 2025, MDI Ventures Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital

Hadirkan Explorise Pulse 2025, MDI Ventures Perkuat Kolaborasi Startup–BUMN untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital

EKONOMI
Deretan Aturan yang Dinilai Menghambat Perkembangan Ekonomi Digital

Deretan Aturan yang Dinilai Menghambat Perkembangan Ekonomi Digital

NASIONAL
Dahulu Terkenal! 10 Perusahaan Startup Ini Kini Tutup dan Gulung Tikar

Dahulu Terkenal! 10 Perusahaan Startup Ini Kini Tutup dan Gulung Tikar

EKONOMI
Pertamina Buka Peluang Mahasiswa Ikuti Program Bisnis di Luar Negeri Lewat Pertamuda Seed & Scale 2025

Pertamina Buka Peluang Mahasiswa Ikuti Program Bisnis di Luar Negeri Lewat Pertamuda Seed & Scale 2025

EKONOMI
Aplikasi Asal Indonesia Masuk 10 Startup AI Terbaik Dunia

Aplikasi Asal Indonesia Masuk 10 Startup AI Terbaik Dunia

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon