ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Transisi Energi G-20 Diluncurkan, Ini Tiga Isu Prioritasnya

Kamis, 10 Februari 2022 | 14:15 WIB
H
WP
Penulis: Herman | Editor: WBP
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam peluncuran Transisi Energi G20, 10 Februari 2022.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dalam peluncuran Transisi Energi G20, 10 Februari 2022. (BeritaSatu Photo/Herman)

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meluncurkan Transisi Energi G-20 sebagai bagian dari Presidensi G-20 Indonesia yang dimulai 1 Desember 2021 hingga KTT G-20 di November 2022. Forum ini diharapkan menjembatani fokus Indonesia mendorong negara maju dan berkembang pada keanggotaan G-20 untuk mempercepat proses transisi energi, serta memperkuat sistem energi global yang berkelanjutan.

Baca Juga: DPR Dorong Percepatan Transisi Energi Ramah Lingkungan

Arifin Tasrif menyampaikan, Transisi Energi G-20 diharapkan menghasilkan hasil persidangan G-20 yang lebih konkret guna memperkuat sistem energi global berkelanjutan, serta transisi energi berkeadilan dalam konteks pemulihan berkelanjutan. "Pilar transisi energi akan mengangkat tiga isu prioritas, yaitu akses, teknologi, dan pendanaan. Dengan urgensi tiga isu ini diharapkan dapat mencapai kesepakatan global dalam mengakselerasi transisi energi," kata Arifin Tasrif dalam peluncuran Transisi Energi G-20, Kamis (10/2/2022).

Melalui forum ini, lanjut Arifin, Indonesia mampu menghimpun komitmen global yang lebih kuat dalam rangka mencapai target global pada akses energi yang ditargetkan Agenda 2030 sebagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

"Hasil utama atau lighthouse deliverable inilah yang diharapkan oleh Presidensi Indonesia sebagai tindak lanjut aksi-aksi pasca-COP26 dan Presidensi G-20 sebelumnya, dalam rangka mencapai karbon netral, yang Indonesia telah targetkan pada 2060, atau lebih cepat lagi dengan dukungan riil dari komunitas internasional," jelas Arifin.

Baca Juga: Transisi Energi, Indonesia Bisa Maksimalkan Tenaga Surya

Pada kesempatan yang sama, Luhut Binsar Panjaitan mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan aksi transisi energi harus dilakukan secara berkeadilan.

"Perubahan paradigma pasti akan berdampak pada perubahan pekerjaan, skenario pembangunan, orientasi bisnis, dan lainnya. Jadi, kita ingin berkeadilan, yang bebannya berat harus dibantu, yang sudah siap silakan jalan sendiri selagi membantu yang belum mampu. Ini harus didukung penuh oleh kerja sama global yang kuat. Ini yang akan kita bangun di G-20 Indonesia. Inilah yang kita maksud dengan global deal," ungkap Luhut.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

DEN Minta Masyarakat Hemat BBM di Tengah Konflik Timur Tengah

EKONOMI
Prospek Tambang Cerah, Permintaan Batubara dan Nikel Naik

Prospek Tambang Cerah, Permintaan Batubara dan Nikel Naik

EKONOMI
Saham Emiten Pertamina Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Pasar

Saham Emiten Pertamina Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Pasar

EKONOMI
B50 Bisa Jadi Ciri Khas RI, Industri Otomotif Siap Dukung Transisi

B50 Bisa Jadi Ciri Khas RI, Industri Otomotif Siap Dukung Transisi

EKONOMI
Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Kalangan Mampu Beralih ke Mobil Listrik

Kenaikan BBM Nonsubsidi Dorong Kalangan Mampu Beralih ke Mobil Listrik

EKONOMI
Di Balik Ambisi EV RI, Listrik dan Ekosistem Masih Jadi PR Besar

Di Balik Ambisi EV RI, Listrik dan Ekosistem Masih Jadi PR Besar

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon