ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kompetisi Penyedia Layanan Internet Dinilai Semakin Ketat

Sabtu, 12 Februari 2022 | 19:17 WIB
FH
FH
Penulis: Feriawan Hidayat | Editor: FER
Ilustrasi pengukuran kecepatan internet.
Ilustrasi pengukuran kecepatan internet. (Beritasatu Photo)

Jakarta, Beritasatu.com - Beban berat masih harus ditanggung masyarakat Indonesia akibat pandemi Covid-19. Seluruh sektor mengalami dampak tekanan yang luar biasa, mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi.

Semester kedua tahun 2021 lalu, menjadi masa yang penuh drama. Di bulan Juli, terjadi gelombang Covid-19 varian Delta, dan di bulan Desember sudah mulai dihantui oleh Covid-19 varian Omicron, yang berlanjut hingga saat ini.

Pemerintah pada akhirnya memberlakukan kembali beberapa pembatasan untuk menekan penyebaran virus mematikan tersebut. Mulai dari pembatasan mobilitas masyarakat keluar daerah, penerapan protokol kesehatan secara ketat, dan lain sebagainya.

Ilustrasi pengguna internet di masa work from home (WFH).

ADVERTISEMENT

Baca Juga: Stabilitas Kecepatan Internet, Fokus Pelanggan Fixed Broadband

General Manager Enciety Business Consult (EBC) Don Rozano mengatakan, imbas dari penerapan kebijakan pembatasan aktivitas dan mobilitas menyebabkan masyarakat lebih banyak beraktivitas dan menikmati liburan di rumah.

Kondisi tersebut, lanjut dia, menyebabkan akses internet menjadi tumpuan utama terhadap berbagai aktivitas masyarakat di masa pandemi Covid-19 ini.

"Adapun ujung dari peningkatan kebutuhan internet di segmen rumah tangga, kompetisi penyedia layanan internet terutama fixed broadband menjadi semakin ketat," ujar Don Rozano, seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (12/2/2022).

Baca Juga: Link Net Bertransformasi ke Cisco Routed Optical Networking

Rozano menjelaskan, Enciety Business Consult (EBC) rutin melakukan pengukuran kecepatan internet pada beberapa pelanggan dari provider atau penyedia layanan fixed broadband di Indonesia.

Hasilnya menunjukkan, dalam periode Juni hingga Desember 2021, kesenjangan kecepatan antara upload dan download Biznet terlihat semakin lebar.

Di akhir 2021, kecepatan upload dan download Biznet pada paket 75 Mbps masing-masing sebesar 23,20 Mbps dan 30,60 Mbps (selisih sekitar 7,40 Mbps).

Hal tersebut sangat berbeda dengan kondisi di bulan Juni 2021 lalu, di mana kecepatan upload mencapai 34,04 Mbps dan download 34,64 Mbps (selisih sekitar 0,60 Mbps). Padahal, Biznet selalu mengklaim bahwa kecepatan upload dan download yang diberikan pada pelanggan adalah simetris.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perkuat Internet di Miangas, Pemerintah Kirim Starlink dan BTS

Perkuat Internet di Miangas, Pemerintah Kirim Starlink dan BTS

OTOTEKNO
Internet di Bali Ngebut, Lampaui Rata-rata Nasional

Internet di Bali Ngebut, Lampaui Rata-rata Nasional

BALI
Diserang AS-Israel, Iran Blokir Internet Global

Diserang AS-Israel, Iran Blokir Internet Global

INTERNASIONAL
Internet Rakyat Tahap 3 Dimulai, Modem Dikirim hingga Juni 2026

Internet Rakyat Tahap 3 Dimulai, Modem Dikirim hingga Juni 2026

NASIONAL
SATRIA-1 Jadi Tulang Punggung Internet di Wilayah Terluar Indonesia

SATRIA-1 Jadi Tulang Punggung Internet di Wilayah Terluar Indonesia

MULTIMEDIA
Menkomdigi Janji 2.500 Desa Terhubung Internet pada 2026

Menkomdigi Janji 2.500 Desa Terhubung Internet pada 2026

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon