Laba Bersih Metropolitan Land Naik 36,62% Sepanjang 2021
Senin, 4 April 2022 | 18:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) mencetak laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 372,01 miliar atau naik 36,62% dari sebelumnya Rp 272,29 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dikutip Senin (4/4/2022), bertumbuhnya laba pengembang properti ini sejalan dengan meningkatnya pendapatan. Tercatat selama 2021 perseroan berhasil mengantongi sebanyak Rp 1,19 triliun, naik 7,21% dari periode yang sama tahun 2020 yakni Rp 1,11 triliun.
Secara rinci, pertumbuhan pendapatan sebagian besar disumbang oleh pendapatan dari kontrak kepada pelanggan Rp 1,04 triliun dari sebelumnya Rp 924 miliar. Segmen penjualan tanah dan atau bangunan sebanyak Rp 827 miliar atau melonjak 37,83% dari periode yang sama tahun lalu Rp 600 miliar.
Baca Juga: Metland Luncurkan Luncurkan Tiga Produk Baru
Kemudian beban pokok pendapatan sebesar Rp 593,27 miliar, naik tipis 13,03% dari sebelumnya Rp 524,90 miliar. Dengan demikian jumlah laba bruto 2021 dari Metropolitan Land berjumlah Rp 605,80 miliar.
Meningkatnya laba MTLA juga tak lepas dari kemampuan perseroan dalam menekan sejumlah beban, seperti beban pemasaran yang menurun 40,37% menjadi Rp 40,61 miliar, kemudian rugi ventura bersama juga tercatat Rp 3,18 miliar atau menurun 0,26%.
Dilanjutkan dengan beban keuangan dan pajak final yang sama-sama turun 29,09% dan 1,44% menjadi Rp 16,60 miliar dan Rp 47,81 miliar.
Baca Juga: Insentif Diperpanjang, Metropolitan Land Targetkan Marketing Sales Rp 1,8 T
Kantong perseroan juga dipertebal dengan keuntungan lain-lain sebesar RP 70,44 miliar dari sebelumnya hanya menyumbang Rp 16,35 miliar. Laba per saham MTLA juga naik dari Rp 35,57 per saham menjadi Rp 48,60 per saham.
Sementara itu, hingga akhir Desember 2021 total aset dari Metropolitan Land berjumlah Rp 6.40 triliun, menguat 7,93% dari Rp 5,93 triliun pada tahun 2020.
Meningkatnya aset sebagian besar disumbang oleh kas dan setara kas perseroan yakni Rp 652,36 miliar, sehingga total aset lancar berjumlah Rp 3,38 triliun. Adapun aset tidak lancar tercatat Rp 3.02 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




