GoTo Masih Matangkan Rencana Dual Listing
Senin, 11 April 2022 | 12:24 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - CEO Group PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Andre Soelistyo menyatakan, manajemen hingga saat ini masih terus melakukan proses untuk dual listing. Usai tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), GoTo seperti ramai dibicarakan memang memiliki rencana untuk kembali mencatatkan sahamnya di bursa saham Amerika Serikat (AS).
GoTo berencana go international dengan mencatatkan saham di bursa New York dan lainnya. Berdasarkan prospektus, penawaran internasional akan terlaksana paling lambat 2 tahun setelah pencatatan perdana. Aksi korporasi lanjutan ini sudah mendapatkan persetujuan RUPS pada Desember 2021.
Namun dikatakan Andre bahwa keputusan tersebut belum final. Manajemen hingga saat ini masih mempersiapkan segala ketentuan untuk merealisasikannya. Sehingga, dia masih enggan membocorkan kapan waktu yang diambil perseroan untuk listing di AS.
Baca Juga: CEO GoTo: IPO Kami Membuka Jalan bagi Perusahaan Teknologi
"Waktunya kapan belum final. Obviously kita lihat pergerakan pasar. Pada intinya persiapan terus dilakukan, tapi dalam waktu yang tepat momentum itu akan kami ambil dan realisasikan," pungkas ia dalam konferensi pers usai GoTo listing di BEI, Senin (11/04/2022).
Seperti diketahui, GoTo berencana melakukan dual listing, dengan mencatatkan sahamnya di papan bursa negara lain. Sebut saja New York Stock Exchange (NYSE), National Association of Securities Dealers Automated Quotations (NASDAQ), Hong Kong Stock Exchange (HKSE), Singapore Stock Exchange (SGX), atau London Stock Exchange (LSE). Rencana ini masih akan terealisasi dalam jangka waktu dua tahun setelah tanggal pencatatan, seturut dengan peraturan Pasal 32 POJK nomor 22/2021.
Adapun di dalam negeri, sejauh ini tercatat baru ada tiga perusahaan publik yang berhasil mencatatkan sahamnya di luar Indonesia, yaitu PT Aneka Tambang (ANTM), PT Indosat (ISAT), dan PT Telkom Indonesia (TLKM). Apabila April 2024 GoTo sudah berhasil melakukan dual listing, maka perusahaan teknologi tersebut akan menjadi perusahaan keempat, beriringan dengan ANTM, ISAT, dan TLKM.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




