Pengamat Sebut Investasi Telkomsel di GoTo Sesuai Rencana Bisnis
Selasa, 12 Juli 2022 | 21:21 WIB
Jakarta, Beritasatu.com- Langkah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berinvestasi di PT Gojek Tokopedia Indonesia Tbk (GoTo) melalui PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dinilai sudah tepat dan sesuai rencana bisnis serta ketentuan yang berlaku.Tudingan DPR bahwa investasi di GoTo merugikan BUMN dinilai salah kaprah dan tidak berdasarkan fakta serta data yang ada.
"Menurut saya, isu ini sudah digoreng dan di politisasi. Celakanya, mereka yang mempolitisasi itu mengabaikan fakta-fakta dan data-data yang ada. Ini benar-benar mainan politik yang sangat merugikan BUMN," kata Muchlis Ainur Rofik, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dalam diskusi Trijaya FM yang mengangkat tema "Isu Investasi Telkomsel, Fakta atau Fitnah?" pada Selasa (12/7/2022).
Menurut Muchlis, mendekati tahun 2024 atau tahun pemilu ini, isu apapun akan dimanfaatkan dan dimaksimalkan oleh kalangan politikus untuk menjatuhkan lawan politiknya. Setelah lawan politik tercoreng, suara politikus diharapkan meningkat saat pemilu.
Baca Juga: Politikus PDIP Dukung Keputusan Investasi Telkomsel ke GoTo
Apalagi dalam isu investasi Telkomsel ini yang menjadi sasaran tembak adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurut survei SMRC, Menteri BUMN Erick Thohir saat ini berada di klaster kedua tertinggi.
"Erick adalah new comer di kabinet dan di dunia politik, tapi memiliki potensi yang besar sehingga jadi sasaran. Politisasi yang tidak didukung fakta menjadi sangat berbahaya dan merugikan kepentingan masyarakat juga," ungkap Muchlis.
Untuk itu, Muchlis mewanti-wanti kepada publik agar lebih jeli dan mencerna dengan baik berbagai informasi apapun jelang tahun politik. Terlebih soal isu investasi Telkomsel yang menurutnya sudah dijalankan dengan sesuai aturan.
Baca Juga: Bos Telkom Pastikan Investasi Telkomsel di GOTO Sesuai GCG
Muchlis melihat, beberapa tahun terakhir sudah banyak perusahaan telekomunikasi di berbagai negara yang berinvestasi ke perusahaan digital untuk mengembangkan bisnisnya. Sehingga, keputusan Telkomsel untuk berinvestasi ke perusahaan digital sudah tepat untuk jangka panjang.
Apalagi perusahaan yang dimasuki oleh Telkomsel memiliki banyak dampak positif bagi perkembangan ekonomi nasional.
"Misalnya saat pandemi, banyak pengusaha pemula yang masuk ke ekosistem Gojek dan berhasil meningkatkan usahanya. Belum lagi dengan Tokopedia. Jadi ini banyak aspek positif yang bisa di eksplore dari investasi Telkomsel tersebut, jadi jangan dibawa-bawa ke kepentingan lainnya," tegasnya.
Baca Juga: Soal Investasi Telkomsel ke GoTo, Ini Kata Dirut Telkom
Kritikan soal politisasi investasi Telkomsel di GoTo juga diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Persaingan dan Usaha Fakultas Hukum Universitas Indonesia (LKPU FH UI), Ditha Wiradiputra. Masuknya Telkomsel di GoTo justru sudah tepat. Banyak perusahaan besar justru berlomba-lomba menanamkan modalnya di GoTo. Sebut saja, raksasa teknologi Google, Alibaba, dan lainnya.
"Jadi Telkomsel masuk ke situ bukan karena khilaf atau apa, tapi sudah dalam perencanaan dan untuk menunjang bisnis dia kedepan," ujarnya.
Dhita juga tidak habis pikir investasi Telkomsel di GoTo sampai masuk ke ranah DPR sekalipun investasi tersebut akan menjadi pundi-pundi pendapatan bagi Telkomsel.
Baca Juga: Di Hadapan Panja BUMN, Dina: Arus Kas GoTo Sangat Kuat
"Coba Anda bayangkan, Facebook tetap membeli WhatApp dengan nilai ratusan triliun meskipun dia tahu potensi pendapatan dari WhatApp tidak ada. Nah ini, investasi Telkomsel yang jelas-jelas menghasilkan kok dipersoalkan," katanya.
Begitu pun dengan Amazon yang oleh investornya diperbolehkan merugi dalam kurun waktu tertentu dalam membangun bisnisnya. Hal itu lantaran bisnis model perusahaan digital memerlukan waktu untuk tumbuh.
"Awalnya, dia (Amazon) pasti akan mempelajari dan mengoleksi data-data terlebih dahulu, dan itu bisa menjadi market power. Data itu sekarang memegang peranan besar," pungkasnya
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




