Wamenkeu Sebut Risiko Ekonomi Indonesia Alami Pergeseran
Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:18 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kesempatan yang sama juga menyampaikan, kenaikan harga komoditas yang tinggi memang telah memicu bank sentral di berbagai negara mempercepat laju kenaikan tingkat suku bunga. Kondisi ini mendorong stagflasi, yaitu inflasi tinggi dan ekonomi melambat, serta meningkatkan peluang resesi ekonomi.
Baca Juga: Wamenkeu: Mulai 2022, Defisit APBN Akan Ditekan
Namun dibandingkan dengan kondisi negara lain, prospek ekonomi Indonesia ke depan diperkirakan masih menguat atau ekspansi. Per Juni 2022, leading indicator yang memberikan sinyal awal titik balik siklus ekonomi masih berada di atas tren jangka panjang (>100)
"Beberapa negara masih ekspansi, termasuk Indonesia, sehingga dari probabilitas resesi, Indonesia bersama India persentasenya termasuk paling rendah," kata Airlangga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




