Wamenkeu Sebut Risiko Ekonomi Indonesia Alami Pergeseran
Selasa, 2 Agustus 2022 | 14:18 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mengungkapkan, risiko ekonomi Indonesia saat ini telah mengalami pergeseran. Bila dua tahun yang lalu risiko utama ekonomi Indonesia adalah pandemi Covid-19, saat ini yang dihadapi adalah inflasi global yang meningkat.
"Saat ini memang penularannya (covid) meningkat, namun dalam situasi yang terkontrol. Virusnya tidak terlalu intens, tingkat fatalitas tidak terlalu tinggi, tingkat okupansi rumah sakit juga tidak terlalu tinggi. Sementara itu, kondisi ekonomi global bergerak ke arah situasi di mana inflasi meningkat di berbagai belahan dunia," kata Suahasil dalam sambutannya di acara Mid Year 2022 Economic Outlook secara daring, Selasa (2/8/2022).
Baca Juga: Wamenkeu: Pemerintah Serius Antisipasi Dampak Risiko Global
Wamenkeu Suahasil memberi contoh, di Amerika Serikat (AS) terjadi inflasi hingga 9,1%. Kondisi ini jarang sekali terjadi di AS, sehingga diperlukan kebijakan baru untuk meredamnya. Salah satu respons kebijakan yang diambil AS, negara-negara Eropa dan juga negara lainnya adalah meningkatkan suku bunga.
"Kalau di AS terjadi peningkatan suku bunga, maka capital akan bergerak ke AS, dan negara-negara berkembang seperti Indonesia akan menghadapi tekanan dari capital yang bergerak. Ini harus kita tangani, dan penanganan itu kita bayangkan memang sudah sejak awal pandemi. Kalau pandeminya mau berakhir, pemulihannya muncul, maka terjadi disrupsi di sisi suplai. Inilah yang membuat inflasi meningkat," kata Suahasil.
Baca Juga: Wamenkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2022 Positif
Perang Rusia - Ukraina juga menambah volatilitas global. Beberapa harga komoditas bergerak dengan sangat cepat, mulai dari gas, batu bara, minyak, crude palm oil (CPO), gandum dan yang lain.
"Volatilitas harga ini harus kita tangani dengan hati-hati. Tentu ini akan memiliki dampak bagaimana negara menghadapinya. Tentu negara yang fundamentalnya kuat, mereka akan punya kesempatan," kata Suahasil.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




