Kekuatan Ekonomi Domestik, Penopang Perekonomian Nasional
Rabu, 3 Agustus 2022 | 21:06 WIB
Pakar pertanian dari IPB University Dwi Andreas Santosa mengungkap tidak ada persoalan terkait stok komoditas pangan domestik. Ia mengaku tidak melihat adanya indikasi kelangkaan atau kekurangan stok. Meski demikian, ia menekankan agar menjaga komoditas beras.
Dia juga mengungkap pemerintah juga harus memperhatikan nasib dan kesejahteraan petani. Jika harga terlalu rendah, petani akan akan sangat menderita.
"Itu yang perlu menjadi fokus perhatian pemerintah. Jangan fokus terlalu kuat ke upaya menurunkan inflasi pangan. Lihat sajalah produsen pangan di Indonesia seperti apa nasibnya," tambahnya.
Baca Juga: Airlangga: Peluang Resesi Indonesia Sangat kecil
Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan peluang Indonesia untuk masuk ke jurang resesi sangat kecil, hanya 3 persen. Perekonomian Indonesia tetap kuat ditopang oleh indikator makro yang positif dan ditopang ekonomi domestik.
Berdasarkan leading indicator CEIC seperti keuangan moneter, pasar tenaga kerja dan industri, perekonomian Indonesia masih diperkirakan menguat. Indonesia berada di bawah indikator 100, sehingga jauh dari sinyal resesi.
Tidak hanya akan minim risiko resesi, tetapi dengan berbagai indikator perekonomian yang positif di tengah ancaman krisis global maupun stagflasi, pemerintah optimis, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 berada pada kisaran 5,3 persen hingga 5,9 persen.
"Proyeksi pertumbuhan ekonomi kita di 2022 ini masih optimis di 5,2 persen dan diharapkan pada 2023 kita bisa tingkatkan antara 5,3 persen hingga 5,9 persen," kata Airlangga.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




