Kekuatan Ekonomi Domestik, Penopang Perekonomian Nasional
Rabu, 3 Agustus 2022 | 21:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kekuatan ekonomi domestik menjadi penopang perekonomian nasional. Probabilitas Indonesia untuk masuk ke jurang resesi sangat kecil. Jika dilihat dari dari indikator makro ekonomi, kondisi indonesia lebih baik di antara emerging market lain yang mengalami resesi seperti El Salvador, Srilanka, Ghana, yang kondisinya ada tekanan.
"Ekonomi kita 60 persen ditopang domestik. Saya tidak khawatir ada resesi atau stagflasi global karena ekonomi domestik kita besar sekali. Malah ini kesempatan untuk mendorong substitusi impor. Kalau ada barang yang sulit kita dapat," ucap ekonom David Sumual, Rabu (3/8/2022).
"Utang kita ada peningkatan, terutama utang pemerintah, tetapi kita diimbangi windfall profit dari komoditas, ini blessing in disguise di kala negara lain bermasalah, karena kenaikan komoditas kita justru dapat ekstra," katanya.
Iklim investasi di Indonesia juga kian menggeliat. Semenjak pandemi, masyarakat mulai terbiasa dengan kebiasaan berinvestasi. "Saya lihat peranan domestik cukup baik, untuk SBN, perlu pendalaman finansial kepada masyarakat supaya terbiasa untuk investasi di pasar modal," kata David.
Baca Juga: Wamenkeu Sebut Risiko Ekonomi Indonesia Alami Pergeseran
Meski begitu ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga momentum perekonomian nasional tetap positif, yaitu menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, likuiditas valas, dan stok pangan.
"Pasokan pangan dalam negeri, karena kita lihat harga pupuk meningkat ada kekhawatiran cuaca ada perkiraan banyak ahli bahwa kita akan masuk ke El Nino, karena tahun ini basah, tahun depan biasanya sekarang lebih kering. Pangan terutama beras harus bisa diperhatikan," tuturnya.
Sementara itu, Direktur Utama BRI Research Institute Anton Hendranata mengatakan kemungkinan Indonesia mengalami resesi di 2023 hanya 2 persen.
"Indonesia kemungkinan resesi tahun 2023 hanya 2 persen dengan metode markov switching dynamic model. Hal tersebut karena perekonomian indonesia ditopang sangat kuat oleh permintaan domestik. Selain itu pasar financial dan valas indonesia cenderung robust dari gejolak eksternal dibandingkan masa lalu," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




