Jelang Nataru, ASDP Tingkatkan Layanan di Merak-Bakauheni
Jumat, 16 September 2022 | 10:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan mengakselerasi upaya peningkatan kualitas pelayanan penyeberangan dan pelabuhan, khususnya di lintasan utama menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, manajemen merespons positif masukan dan kritik dari regulator terkait dengan perubahan layanan di pelabuhan utama yakni Pelabuhan Merak dan Bakauheni sebagai penghubung dua pulau terbesar, Sumatera dan Jawa.
Baca Juga: ASDP Indonesia Ferry Optimistis Pertahankan Kinerja Positif
"Ada sejumlah poin penting yang menjadi perhatian terkait layanan pelabuhan, yakni kapal dan aspek keselamatan yang menjadi prioritas. Selain itu ada kelancaran arus penumpang dan kendaraan, serta layanan e-ticketing Ferizy yang saat ini memang baru bisa diakses 100% di Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk," jelasnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/9/22).
Menurut Shelvy, hal-hal yang menjadi lesson learned pada layanan angkutan Lebaran 2022 lalu sudah dipetakan. Saat ini manajemen ASDP telah menyusun strategi agar layanan angkutan Natal dan Tahun Baru 2023 dapat berjalan lebih baik, lancar, aman, nyaman, dan selamat.
Di sisi lain, pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo yang telah melakukan survei terkait layanan transportasi publik menyampaikan pandangan bahwa menjelang angkutan Natal dan Tahun Baru 2023 dan Hari Raya Idulfitri 2023 mendatang, Pelabuhan Merak memiliki akses dan moda transportasi yang lancar, nyaman dan aman.
"Sejak puluhan tahun lalu, Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Bakaheuni selalu dipadati manusia ketika Nataru dan Lebaran, penumpang dan kendaraan harus berbaur. Kondisinya sering tidak terkontrol, begitu pula dengan manajemen dermaganya yang pada akhirnya sering mengabaikan keselamatan bertransportasi demi terangkutnya penumpang dan kendaraan ke atas kapal," ujarnya.
Menurut Agus, dalam situasi peak season tersebut berbagai diskresi dari regulator muncul demi mengurai kepadatan di kedua pelabuhan tersebut. "Kondisi tersebut tidak boleh terulang kembali pada dua libur besar mendatang. Untuk itu persiapan sudah harus dilakukan segera," kata Agus.
Agus menilai, saat ini berbagai upaya tengah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, ASDP, Badan Pengelola Transportasi Daerah (BPTD Banten), Dinas Perhubungan Propinsi/Kabupaten/Kota, KSOP dan lain-lain demi meningkatkan pelayanan penyeberangan, khususnya menangani ledakan di libur panjang, baik saat Nataru maupun Lebaran.
Ia merinci berbagai perbaikan yang harus segera dilakukan dan sedang dilakukan antara lain peningkatan tiket online Ferizy oleh ASDP yang dianggap tidak 100% online karena belum menyeluruh dan terkoneksi penuh ke seluruh sistem pendukung.
Baca Juga: Omzet Pedagang Makanan di Pelabuhan Merak Capai Rp 1 Juta Per Hari
Kedua, pemda atau ASDP seharusnya menyiapkan lokasi penampungan sebelum penumpang/kendaraan masuk area dermaga. "First Come First In dikombinasikan dengan tempat pengendapan dengan pengawasan pengaturan yang ketat," tuturnya.
Ketiga, penyelesaian dermaga eksekutif dua disegerakan untuk dapat menampung aspirasi pengusaha swasta untuk dapat menggunakan fasilitas dermaga eksekutif. Keempat, revitalisasi dan pengaturan dermaga non-eksekutif berikut pengaturan alur penumpang dan kendaraan lebih dioptimalkan untuk menampung lonjakan hari besar/liburan.
Kelima, Agus meminta agar BPTD Banten segera menerapkan Marine Operation System (MOS) supaya tidak ada lagi permainan koruptif dalam pengaturan kapal di dermaga dan berlayar. Dengan MOS para stakeholder seperti BPTD, ASDP, pemilik kapal, nahkoda, publik, Pemerintah Daerah melalui Dishub dapat mengetahui keberadaan dan kondisi kapal. Selain itu penumpang juga bisa mengetahui jadwal kapal dan bisa mengaksesnya dengan aplikasi seperti yang dilakukan oleh PT KAI.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




