BPJS Kesehatan: Rakyat adalah Pemegang Saham Tertinggi
Rabu, 12 Oktober 2022 | 16:32 WIBJakarta, Beritasatu.com – Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mahlil Ruby mengatakan pemilik saham tertinggi adalah rakyat Indonesia yang peserta aktif. Karena itu, direksi tidak akan berani mengotak atik dana BPJS yang disetorkan peserta.
"Pemegang sahamnya itu adalah peserta yang aktif, bukan pemerintah. Beda dengan Biofarma pemegang sahamnya pemerintah, ini yang punya saham adala peserta yang aktif. Jadi tidak ada hak dari direksi untuk mengotak atik dana dari peserta," kata Mahlil Rubi saat menjadi pembicara di sesi Leveling Access to Healthcare Nationwide Economically di BNI Investor Daily Summit 2022, Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (12/10/2022).
Mahlil menjelaskan undang-undang menyatakan BPJS merupakan badan hukum publik bukan badan usaha milik negara, karena itu BPJS bukan merupakan perusahaan yang mengejar profit, melainkan perusahaan nirlaba.
Apabila ada keuntungan, lanjut Mahlil, itu merupakan sisa hasil usaha. Meski ada sisa hasil usaha sebesar Rp 50 triliun, ia menegaskan, dana tersebut bukan milik direksi atau presiden, melainkan milik rakyat Indonesia yang menitipkan uangnya kepada BPJS.
"Jadi sebagai badan hukum publik, BPJS mengelola titipan atau amanah peserta. Jadi kami mengemban amanah di mana bapak ibu menitipkan kepada BPJS. Meski demikian, BPJS tetap bertanggung jawab langsung kepada presiden, karena kami dilantik oleh Presiden," terang Mahlil Ruby.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




