ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

BPJS Kesehatan: Rakyat adalah Pemegang Saham Tertinggi

Rabu, 12 Oktober 2022 | 16:32 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Executive Chairman B Universe Enggartiasto Lukita (tiga dari kiri), Corporate Secretary B Universe Joy Citradewi (tiga dari kanan) serta panelis (kiri ke kanan): Digital Media Director Eventori Dadi Krismantoro, CEO Biofarma Honesti Basyir, Director of Planning, Development and Risk Management BPJS Kesehatan Mahlil Rubi dan Head of strategy and Business Effectiveness Siloam Hospitals Group Charles Wonsono, saat diskusi Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2022.
Executive Chairman B Universe Enggartiasto Lukita (tiga dari kiri), Corporate Secretary B Universe Joy Citradewi (tiga dari kanan) serta panelis (kiri ke kanan): Digital Media Director Eventori Dadi Krismantoro, CEO Biofarma Honesti Basyir, Director of Planning, Development and Risk Management BPJS Kesehatan Mahlil Rubi dan Head of strategy and Business Effectiveness Siloam Hospitals Group Charles Wonsono, saat diskusi Investor Daily Summit 2022, di Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2022. (Beritasatu Photo/David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur Perencanaan, Pengembangan dan Manajemen Risiko Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Mahlil Ruby mengatakan pemilik saham tertinggi adalah rakyat Indonesia yang peserta aktif. Karena itu, direksi tidak akan berani mengotak atik dana BPJS yang disetorkan peserta.

"Pemegang sahamnya itu adalah peserta yang aktif, bukan pemerintah. Beda dengan Biofarma pemegang sahamnya pemerintah, ini yang punya saham adala peserta yang aktif. Jadi tidak ada hak dari direksi untuk mengotak atik dana dari peserta," kata Mahlil Rubi saat menjadi pembicara di sesi Leveling Access to Healthcare Nationwide Economically di BNI Investor Daily Summit 2022, Jakarta Convention Center, Senayan, Rabu (12/10/2022).

Mahlil menjelaskan undang-undang menyatakan BPJS merupakan badan hukum publik bukan badan usaha milik negara, karena itu BPJS bukan merupakan perusahaan yang mengejar profit, melainkan perusahaan nirlaba.

Apabila ada keuntungan, lanjut Mahlil, itu merupakan sisa hasil usaha. Meski ada sisa hasil usaha sebesar Rp 50 triliun, ia menegaskan, dana tersebut bukan milik direksi atau presiden, melainkan milik rakyat Indonesia yang menitipkan uangnya kepada BPJS.

ADVERTISEMENT

"Jadi sebagai badan hukum publik, BPJS mengelola titipan atau amanah peserta. Jadi kami mengemban amanah di mana bapak ibu menitipkan kepada BPJS. Meski demikian, BPJS tetap bertanggung jawab langsung kepada presiden, karena kami dilantik oleh Presiden," terang Mahlil Ruby.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kembali ke Rutinitas, Perhatikan Kembali Asupan untuk Jaga Ginjal

Kembali ke Rutinitas, Perhatikan Kembali Asupan untuk Jaga Ginjal

LIFESTYLE
Kolaborasi BPJS Kesehatan dan TNI, Perkuat Akses Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil

Kolaborasi BPJS Kesehatan dan TNI, Perkuat Akses Layanan Kesehatan hingga Daerah Terpencil

NASIONAL
Tak Lagi Dirujuk, Pasien Jantung BPJS Bisa Ditangani di Jepara

Tak Lagi Dirujuk, Pasien Jantung BPJS Bisa Ditangani di Jepara

JAWA TENGAH
BPJS Diminta Proaktif Soal Penonaktifan PBI JKN

BPJS Diminta Proaktif Soal Penonaktifan PBI JKN

NASIONAL
Tunggakan BPJS Kesehatan Bakal Dihapus, Desil 6 ke Atas Wajib Lapor

Tunggakan BPJS Kesehatan Bakal Dihapus, Desil 6 ke Atas Wajib Lapor

NASIONAL
216.370 Peserta BPJS di Depok Tak Aktif, Ini Penjelasan Dinkes

216.370 Peserta BPJS di Depok Tak Aktif, Ini Penjelasan Dinkes

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT