ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jokowi Ajak Negara Maju dan Berkembang Kolaborasi Penanganan Perubahan Iklim di ISF 2024

Kamis, 5 September 2024 | 13:02 WIB
FE
DM
Penulis: Fito Akhmad Erlangga | Editor: DM
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 5 September 2024.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat membuka Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 5 September 2024. (Beritasatu.com/Fito Akhmad Erlangga)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan masalah perubahan iklim tidak akan pernah terselesaikan jika menggunakan pendekatan ekonomi. Menurutnya, masalah perubahan iklim tak selesai jika negara-negara di dunia hanya memikirkan keuntungan masing-masing.

"Permasalahan perubahan iklim ini tidak akan pernah bisa terselesaikan, selama dunia menggunakan pendekatan ekonomi, selama dunia hanya menghitung keuntungannya sendiri, dan selama dunia hanya mementingkan egosentrisnya sendiri-sendiri," tegasnya dalam pembukaan Indonesia International Sustainability Forum (ISF) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis, (5/9/2024).

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menyebut masalah perubahan iklim mesti diselesaikan dengan kolaborasi antara negara maju dan berkembang. Selain itu, pendekatan dalam menghadapi perubahan iklim menurutnya mesti menggunakan pendekatan kemanusiaan agar tak mengorbankan kepentingan rakyat kecil.

ADVERTISEMENT

"Untuk menyelesaikannya butuh pendekatan yang kolaboratif, butuh pendekatan yang berperikemanusiaan, dan kolaborasi antara negara maju dan negara berkembang, dan juga kemanusiaan agar prosesnya tidak mengorbankan kepentingan rakyat kecil," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menegaskan komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission pada 2060. "Jangan meragukan komitmen Indonesia dalam mencapai net zero emissions dan berkontribusi bagi dunia yang lebih jauh," tegasnya.

Diketahui, ISF tahun ini dihadiri sejumlah petinggi negara yang pembicara utama pada forum ini, di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan, Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean, Wakil Perdana Menteri Malaysia Fadillah Yusof, Menteri Industri dan Teknologi Informasi China Jin Zuanglong, dan Menteri Lingkungan Hidup Republik Demokratik Kongo Eve Bazaiba.

ISF 2024 juga dihadiri Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Kelautan Peter Thomson dan Penasihat Khusus Aksi Iklim dari Kementerian Luar Negeri Perancis Kevin Magron.

Selain itu, hadir juga dalam forum ini Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid, CEO of Bezos Earth Fund Andrew Steers, dan Vice President The Rockefeller Foundation Deepali Khanna.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia

Menhut: 23 Persen Mangrove Dimiliki Indonesia, Terbesar di Dunia

NASIONAL
Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

INTERNASIONAL
Surveyor Indonesia Gunakan AI dan Data Satelit untuk Mitigasi Iklim

Surveyor Indonesia Gunakan AI dan Data Satelit untuk Mitigasi Iklim

EKONOMI
BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

BMKG Ingatkan El Nino Bisa Picu Panas Ekstrem dan Kekeringan 2026

EKONOMI
Suhu Ekstrem Pancaroba Ancam Tekan Produksi Padi dan Jagung Nasional

Suhu Ekstrem Pancaroba Ancam Tekan Produksi Padi dan Jagung Nasional

NUSANTARA
Komisi VIII DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Dampak Perubahan Iklim

Komisi VIII DPR Ingatkan Pemerintah Waspadai Dampak Perubahan Iklim

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon