Berapa Jarak Iran-Israel yang Saling Serang Rudal? Segini Kecepatannya
Jumat, 20 Juni 2025 | 14:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Ketegangan antara Iran dan Israel kembali memanas. Serangan rudal saling balas terjadi sejak Jumat (13/6/2025), memicu eskalasi konflik yang mengkhawatirkan dunia.
Serangan diawali oleh Israel yang menggempur wilayah Iran, menewaskan sedikitnya 224 orang dalam tiga hari. Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik ke Israel dan berhasil mengenai sejumlah target penting di Tel Aviv.
Di tengah konflik yang semakin panas ini, publik bertanya-tanya, seberapa jauh jarak Iran dan Israel hingga keduanya bisa saling menyerang dengan rudal? Dilansir dari laporan Al Jazeera, berikut penjelasannya.
Berapa Jarak Iran dan Israel?
Jarak Iran dan Israel sangat memungkinkan untuk dijangkau rudal balistik. Kedua negara ini dipisahkan oleh jarak sekitar 1.300 sampai 1.500 km dalam garis lurus.
Bila diukur dari ibu kota Teheran ke Yerusalem, jaraknya sekitar 1.770 km atau kurang lebih setara dengan jarak antara Jakarta ke Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.
Rudal-rudal yang digunakan memiliki teknologi canggih dan daya jangkau jauh. Iran disebut memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik, termasuk tipe Sejjil dengan jangkauan hingga 2.500 km, Kheibar dengan 2.000 km, dan Haj Qasem dengan 1.400 km. Artinya, semua rudal ini cukup untuk menembus wilayah Israel dari Iran.
Berapa Kecepatan Rudal yang Dikirimkan?
Rudal balistik memiliki kecepatan luar biasa. Rudal hipersonik, misalnya, bisa melaju di atas Mach 5 atau sekitar 6.125 km/jam. Artinya, rudal dengan kecepatan ini bisa menempuh jarak Iran dan Israel dalam waktu sekitar 12 hingga 15 menit.
Rudal ini bekerja dengan sistem peluncuran berbasis roket, kemudian menempuh jalur melengkung ke atmosfer sebelum kembali turun menuju target dengan presisi tinggi.
Rudal balistik jenis inilah yang digunakan Iran dalam serangan balasan terhadap Israel, bahkan disebut-sebut tidak bisa dicegat oleh sistem pertahanan canggih Israel.
Dalam prosesnya, rudal-rudal yang diluncurkan Iran harus melintasi wilayah udara beberapa negara seperti Yordania dan Lebanon. Ini membuat serangan semacam ini tak hanya memicu konflik bilateral, tetapi juga berpotensi melibatkan negara-negara di sekitar.
Di sisi lain, Israel sendiri memiliki sistem pertahanan udara berlapis seperti Iron Dome dan Arrow, yang mampu mencegat sebagian besar serangan udara.
Namun dalam serangan Iran kali ini, beberapa rudal berhasil menembus dan menyebabkan kerusakan besar, termasuk di pusat Tel Aviv dan markas penting seperti Mossad dan fasilitas pembangkit listrik.
Dengan jarak Iran dan Israel sekitar 1.300 hingga 1.770 km, rudal balistik jarak menengah dengan kecepatan hipersonik sangat mampu menjangkau wilayah masing-masing dalam waktu singkat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




