ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Warga Kamboja Adang Tentara Thailand Pasang Kawat Berduri

Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:04 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Warga Kamboja mengungsi di sekolah dasar Batploa di provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, Kamis 24 Juli 2025, ketika tentara Thailand dan Kamboja bentrok di beberapa wilayah.
Warga Kamboja mengungsi di sekolah dasar Batploa di provinsi Oddar Meanchey, Kamboja, Kamis 24 Juli 2025, ketika tentara Thailand dan Kamboja bentrok di beberapa wilayah. (AP/AP)

Banteay Meanchey, Beritasatu.com – Penduduk dan otoritas Desa Chok Chey, Provinsi Banteay Meanchey, Kamboja, mengadang upaya tentara Thailand yang mencoba memasang pagar kawat berduri di wilayah perbatasan.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja Maly Socheata menyebut insiden itu terjadi pada Senin (25/8/2025) sore, ketika pasukan Thailand berusaha memasang kawat berduri di desa yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sa Kaeo, Thailand.

“Pasukan Thailand terpaksa mencabut kawat berduri setelah mendapat perlawanan keras dari warga dan otoritas setempat,” kata Maly.

ADVERTISEMENT

Video yang beredar di media Kamboja memperlihatkan warga berdebat dengan tentara Thailand dan menggunakan potongan kayu panjang untuk menghalangi pemasangan kawat berduri tersebut.

Pemerintah Kamboja mendesak Thailand untuk sepenuhnya mematuhi gencatan senjata, sesuai kesepakatan dalam pertemuan Komite Perbatasan Regional (RBC) antara Daerah Militer 5 Kamboja dan Daerah Militer 1 Thailand pada 22 Agustus. Dalam pertemuan itu, kedua pihak menegaskan komitmen untuk tidak memperluas sengketa wilayah serta menghindari tindakan yang dapat meningkatkan ketegangan.

Kamboja menekankan bahwa semua perselisihan perbatasan harus diselesaikan melalui Komite Perbatasan Bersama (JBC) kedua negara.

Namun, Juru Bicara Militer Thailand, Winthai Suwaree, menuding Kamboja memanfaatkan warga sipil dalam insiden tersebut. Menurutnya, wilayah itu merupakan bagian dari Thailand, dan pemasangan kawat berduri bertujuan meningkatkan keamanan, bukan membatasi perbatasan.

Sementara itu, Komandan Wilayah 2 Angkatan Darat Thailand, Letjen Boonsin Padklang, menegaskan telah menginstruksikan pasukannya untuk segera merespons bila mendeteksi adanya pasukan Kamboja yang memasuki wilayah Thailand.

Pekan lalu, militer Thailand juga menuduh pasukan Kamboja menyeberang ke Provinsi Surin untuk menanam ranjau anti-personel. Namun, juru bicara pemerintah Kamboja, Pen Bona, menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

Boonsin menambahkan, Kamboja telah meminta Thailand mencabut kawat berduri di sejumlah area perbatasan yang disengketakan. Namun, Bangkok menolak dengan alasan kawat tersebut dipasang di wilayah kedaulatan Thailand.

Ketegangan perbatasan ini semakin meningkat setelah bentrokan bersenjata pecah pada 24 Juli lalu, yang menewaskan sedikitnya 43 orang dari kedua belah pihak. Pertempuran itu menjadi yang paling serius dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Meski gencatan senjata disepakati pada 28 Juli, para pemimpin militer wilayah Thailand dan Kamboja berjanji tidak akan mengerahkan pasukan tambahan di sepanjang perbatasan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon