ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Punya Pangkalan Militer di Qatar, Apa Sikap AS soal Serangan Israel?

Rabu, 10 September 2025 | 10:47 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Sikap Amerika Serikat terhadap serangan Israel ke Qatar.
Sikap Amerika Serikat terhadap serangan Israel ke Qatar. (AP Photo/AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Serangan udara yang dilakukan Israel terhadap markas besar kepemimpinan politik Hamas di Doha, Qatar, pada Selasa (9/9/2025) memicu perdebatan besar di Washington.

Serangan ini terjadi ketika para pemimpin Hamas tengah membahas proposal gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat (AS) untuk Jalur Gaza.

Meskipun para pemimpin puncak Hamas dilaporkan selamat, lima anggota kelompok tersebut tewas, termasuk putra negosiator utama Khalil al-Hayya dan seorang anggota pasukan keamanan Qatar.

Apa Dampak Serangan Israel?

Serangan udara ini ditujukan untuk menargetkan para perencana serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera sekitar 250 lainnya.

ADVERTISEMENT

“Mereka adalah teroris yang sama, para pemimpin teroris, yang merencanakan, melancarkan, dan merayakan pembantaian mengerikan pada 7 Oktober 2023,” kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dikutip dari Reuters, Rabu (10/9/2025).

Namun, langkah ini memicu kemarahan sejumlah negara, termasuk Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Uni Eropa, karena dianggap mengancam proses perdamaian yang sedang berlangsung.

"Qatar berhak menanggapi serangan terang-terangan ini dan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk merespons,” kata pihak Qatar.

Bagaimana Sikap Amerika Serikat?

Dilansir dari NBC News, AS memiliki kepentingan besar di Qatar karena negara tersebut menjadi tuan rumah Pangkalan Udara al-Udeid, fasilitas militer AS terbesar di Timur Tengah.

Oleh karena itu, serangan Israel menimbulkan pertanyaan serius tentang apakah Washington mengetahui atau menyetujui aksi ini.

Presiden Donald Trump secara terbuka mengecam serangan tersebut. "Pengeboman sepihak di Qatar, Negara Berdaulat dan Sekutu dekat Amerika Serikat, yang bekerja sangat keras dan berani mengambil risiko bersama kami untuk menengahi Perdamaian, tidak memajukan tujuan Israel atau Amerika," tulis Trump di Truth Social, dikutip Rabu (10/9/2025).

Trump kemudian menegaskan ketidakpuasannya secara emosional. “Saya sangat tidak senang dengan kejadian itu, sangat tidak senang dengan semua aspeknya, dan kami berhasil mendapatkan kembali para sandera. Tapi saya sangat tidak senang dengan cara kejadian itu terjadi,” ucapnya pada wartawan.

Sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt juga membacakan pernyataan serupa yang menegaskan keprihatinan AS terhadap lokasi serangan.

Apa Respons Qatar dan Hamas?

Qatar membantah klaim Trump bahwa pihaknya menerima peringatan sebelumnya. Menurut Doha, panggilan dari pejabat AS baru diterima ketika ledakan sudah terdengar di ibu kota. Pemerintah Qatar menegaskan bahwa serangan ini merupakan pelanggaran kedaulatan negara mereka.

Hamas melalui Suhail al-Hindi mengatakan kepada Al Jazeera TV bahwa pimpinan tertinggi mereka selamat dari serangan, namun lima anggota kelompok tewas.

Hamas menyebut serangan itu sebagai “upaya pembunuhan terhadap tim negosiasi gencatan senjata,” yang justru membuat kesepakatan damai semakin sulit dicapai.

Apakah Perundingan Damai Terancam?

Serangan udara di Doha dapat menggagalkan seluruh upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata. Trump sebelumnya mengatakan AS tengah berada dalam negosiasi yang “sangat mendalam” dengan Hamas.

“Melenyapkan Hamas, yang telah mengambil keuntungan dari penderitaan penduduk Gaza, adalah tujuan yang mulia,” kata Trump.

Netanyahu menegaskan bahwa serangan ini adalah langkah untuk mencegah ancaman baru dari Hamas. Namun, sikap Trump yang selama ini mendukung Netanyahu di Gaza menjadi sorotan karena kali ini ia memberikan kritik tajam.

Serangan Israel ke Qatar telah membuka babak baru dalam dinamika geopolitik Timur Tengah. Dengan keberadaan pangkalan militer AS di Doha, Washington kini berada dalam posisi sulit untuk menyeimbangkan dukungan terhadap Israel dan menjaga hubungan strategis dengan Qatar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Israel Langgar Gencatan Senjata, Sudah Koordinasi dengan AS?

Israel Langgar Gencatan Senjata, Sudah Koordinasi dengan AS?

INTERNASIONAL
China Serukan Gencatan Senjata Permanen dan Solusi 2 Negara di Gaza

China Serukan Gencatan Senjata Permanen dan Solusi 2 Negara di Gaza

INTERNASIONAL
Serang Gaza Saat Gencatan Senjata, Israel Bunuh 45 Warga Sipil

Serang Gaza Saat Gencatan Senjata, Israel Bunuh 45 Warga Sipil

INTERNASIONAL
Israel Lanjutkan Gencatan Senjata seusai Serangan di Gaza

Israel Lanjutkan Gencatan Senjata seusai Serangan di Gaza

INTERNASIONAL
Netanyahu Tegaskan Perang Gaza Belum Usai

Netanyahu Tegaskan Perang Gaza Belum Usai

INTERNASIONAL
Iran Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata di Gaza

Iran Tuduh Israel Langgar Gencatan Senjata di Gaza

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon