Tentara Israel Ramai Tolak Panggilan Netanyahu untuk Kembali ke Gaza
Sabtu, 13 September 2025 | 17:08 WIB
Yerusalem, Beritasatu.com- Semakin banyak tentara Israel dan pihak keluarga, terutama pihak ibu yang menolak panggilan Israel untuk bertugas di Kota Gaza. Penolakan ini muncul setelah Israel memanggil puluhan ribu tentara cadangan untuk invasi ke Kota Gaza.
Munculnya kelompok-kelompok baru terbentuk untuk menyerukan penolakan mereka untuk bertugas di Gaza meskipun ada risiko hukuman penjara ini, dikatakan sebagai adalah fenomena baru sejak konflik Israel dan Palestina. Meski penolakan para tentara cadangan tersebut sejauh ini belum berdampak nyata pada operasi militer Israel, dilansir dari AP News, Sabtu (13/9/2025).
Penentangan tersebut muncul saat masyarakat Israel bergabung dalam aksi unjuk rasa yang menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu demi memperpanjang perang untuk tujuan politik, alih-alih mencapai kesepakatan dengan Hamas untuk membawa kembali 48 sandera yang tersisa.
Avshalom Zohar Sal, salah seorang tentara dan tenaga medis berusia 28 tahun yang pernah bertugas beberapa kali di Gaza mengatakan, para tentara kelelahan, kehilangan semangat, dan sebenarnya bingung dengan apa yang mereka perjuangkan.
Keraguannya pertama kali muncul pada 2024 ketika ia bertugas di daerah dekat tempat enam sandera kemudian dibunuh oleh para penculik saat pasukan Israel mendekat. Kejadian ini membuat ia trauma dan merasa bersalah.
"Saya merasa ini semua salah saya," katanya.
Penolakan juga datang dari mantan pejabat keamanan senior Israel yang tak mau disebutkan identitasnya. Ia menyebut justru khawatir serangan terbaru Israel di Gaza ini tidak akan banyak membantu dan justru membahayakan para sandera.
Israel juga menghadapi kritik internasional yang keras atas bencana kemanusiaan yang ditimbulkan oleh serangannya di Palestina.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




