ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lempari Polisi, 17 Orang Pendemo Filipina Ditangkap

Minggu, 21 September 2025 | 18:43 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Demo besar di Filipina.
Demo besar di Filipina. (AP Photo/Aaron Favila)

Manila, Beritasatu.com - Polisi Filipina menangkap 17 orang yang sebagian besar berpakaian hitam dan memakai masker wajah setelah mereka membakar ban truk sebagai penghalang dan melempari polisi antihuru-hara di jembatan serta jalan menuju Istana Kepresidenan Malacanang, Manila, Minggu (21/9/2025).

Kericuhan itu berlangsung singkat dan tidak melibatkan ribuan pengunjuk rasa lain yang mengikuti dua demonstrasi besar antikorupsi secara damai di lokasi berbeda di ibu kota. Akibat insiden tersebut, kawasan sekitar Istana Malacanang sempat ditutup dengan akses jalan diblokade aparat keamanan.

Belum jelas apakah mereka yang ditangkap polisi juga termasuk dalam kelompok sekitar 18.000 orang yang berunjuk rasa damai di taman nasional Manila dan Monumen Demokrasi di sepanjang Jalan Raya EDSA.

ADVERTISEMENT

Polisi menyatakan situasi berhasil dikendalikan usai penangkapan, tetapi menegaskan aksi kekerasan dan vandalisme tidak akan ditoleransi.

“Kami menghormati hak publik untuk berkumpul secara damai, tetapi kami menyerukan agar semua tetap tenang dan menahan diri dari tindakan kekerasan,” kata pihak kepolisian.

Meski demikian, sejumlah pengunjuk rasa lain kemudian mendatangi jalan dekat istana dan melakukan vandalisme dengan menyemprotkan cat pada dinding serta tiang beton. Mereka juga mengibarkan bendera Filipina dan membawa poster bertuliskan slogan antikorupsi. Polisi merespons dengan tembakan gas air mata dan melakukan penangkapan tambahan.

Sebelumnya, Presiden Ferdinand Marcos Jr menyinggung skandal korupsi proyek pengendalian banjir dalam pidato tahunan kenegaraan pada Juli lalu. Marcos menyebut skala korupsi itu “mengerikan” dan menerima pengunduran diri menteri pekerjaan umum.

Ia kemudian membentuk komisi independen untuk menyelidiki dugaan penyimpangan dalam 9.855 proyek senilai lebih dari 545 miliar peso (US$ 9,5 miliar) yang seharusnya dijalankan sejak ia menjabat pada pertengahan 2022.

Kemurkaan publik memuncak setelah sepasang pengusaha kaya yang memimpin sejumlah perusahaan konstruksi pemenang kontrak proyek banjir memamerkan koleksi mobil mewah Eropa dan Amerika kepada media. Koleksi itu termasuk mobil mewah Inggris seharga 42 juta peso (US$ 737.000) yang mereka klaim dibeli karena mendapat bonus payung gratis.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Desak Pejabat Tinggi Mundur, Ribuan Warga Filipina Gelar Aksi

Desak Pejabat Tinggi Mundur, Ribuan Warga Filipina Gelar Aksi

INTERNASIONAL
Ribuan Warga Filipina Gelar Demo Tuntut Transparansi Pemerintah

Ribuan Warga Filipina Gelar Demo Tuntut Transparansi Pemerintah

INTERNASIONAL
Demo Besar Filipina, Belasan Ribu Warga Turun ke Jalan

Demo Besar Filipina, Belasan Ribu Warga Turun ke Jalan

INTERNASIONAL
Efek Domino Gelombang Demo Nepal Menjalar ke Negara Lain, Mana Saja?

Efek Domino Gelombang Demo Nepal Menjalar ke Negara Lain, Mana Saja?

INTERNASIONAL
Presiden Filipina Maklumi Aksi Demo Rakyatnya

Presiden Filipina Maklumi Aksi Demo Rakyatnya

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon