ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

UNRWA: Israel Bunuh 100 Warga Gaza Setiap Hari

Kamis, 2 Oktober 2025 | 05:40 WIB
WA
WA
Penulis: Widi Agustian | Editor: WA
Seorang kerabat membawa jenazah bayi Palestina Jabr Al-Ashhab, yang tewas dalam serangan militer Israel, saat pemakamannya di luar Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, Kamis, 4 September 2025.
Seorang kerabat membawa jenazah bayi Palestina Jabr Al-Ashhab, yang tewas dalam serangan militer Israel, saat pemakamannya di luar Rumah Sakit Shifa di Kota Gaza, Kamis, 4 September 2025. (AP/AP)

Gaza, Beritasatu.com – Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa setiap hari, sekitar 100 warga Palestina tewas di Jalur Gaza akibat serangan militer Israel. Jumlah ini di luar korban yang meninggal karena kelaparan dan minimnya layanan kesehatan.

“Rata-rata 100 orang tewas setiap hari di Gaza akibat operasi militer Israel atau penembakan di titik distribusi bantuan Gaza Humanitarian Foundation (GHF). Sementara lainnya meninggal karena kelaparan atau kurangnya layanan medis,” tulis Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini, di platform X, dilansir dari Antara.

Sejak eskalasi dimulai pada Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza telah melebihi 66.100 orang, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak. Kondisi ini menjadikan Gaza semakin tidak layak huni dan memperburuk krisis kelaparan massal.

ADVERTISEMENT

Pada 27 Mei 2024, Israel memperkenalkan skema distribusi bantuan sendiri melalui GHF yang didukung Amerika Serikat (AS). Mekanisme itu menyingkirkan peran PBB dan lembaga kemanusiaan lain.

Sejak skema tersebut berjalan, hampir 2.600 orang tewas dan 19.000 lainnya luka-luka akibat tembakan Israel saat berebut bantuan di titik distribusi.

“Jumlah korban yang terus meningkat justru memicu sikap acuh tak acuh yang meluas,” ujar Lazzarini.

Ia menegaskan, kejahatan tersebut harus didokumentasikan dan kembali menuntut gencatan senjata segera.

Di sela Munich Leaders Meeting di Arab Saudi, Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty bertemu dengan Lazzarini. Dalam pernyataannya, Abdelatty menegaskan dukungan penuh terhadap UNRWA yang terus membantu pengungsi Palestina, khususnya di Gaza.

Ia menekankan pentingnya dukungan politik dan finansial internasional serta mendesak dunia menekan Israel agar membuka akses bantuan kemanusiaan, di tengah kelaparan akibat blokade yang diperketat.

Israel secara resmi melarang seluruh operasi UNRWA di Gaza dan Tepi Barat pada Oktober 2024, setelah parlemen Knesset menyetujui keputusan tersebut dengan dalih keterlibatan sebagian staf badan itu dalam serangan 7 Oktober 2023.

Didirikan pascaperistiwa Nakba 1948, UNRWA kini menyalurkan bantuan kepada sekitar 5,9 juta pengungsi Palestina di Gaza, Tepi Barat, Yordania, Suriah, dan Lebanon. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Menlu: Indonesia Tegas Tolak Rencana Israel Kuasai 70 Persen Area Gaza

Menlu: Indonesia Tegas Tolak Rencana Israel Kuasai 70 Persen Area Gaza

INTERNASIONAL
Relawan RI: Sopir Truk Bantuan Gaza Diancam Dibunuh di Libya Timur

Relawan RI: Sopir Truk Bantuan Gaza Diancam Dibunuh di Libya Timur

INTERNASIONAL
Dana Rekonstruksi Gaza Bentukan Trump Ternyata Masih Kosong

Dana Rekonstruksi Gaza Bentukan Trump Ternyata Masih Kosong

INTERNASIONAL
Bos Militer Hamas Tewas Dibom Israel Jelang Idul Adha di Gaza

Bos Militer Hamas Tewas Dibom Israel Jelang Idul Adha di Gaza

INTERNASIONAL
Israel Klaim Sukses Kirim Bos Baru Hamas Mohammed Odeh ke Neraka

Israel Klaim Sukses Kirim Bos Baru Hamas Mohammed Odeh ke Neraka

INTERNASIONAL
Jusuf Kalla Serukan Rehabilitasi Gaza pada Momen Iduladha

Jusuf Kalla Serukan Rehabilitasi Gaza pada Momen Iduladha

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon