ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tetap Impor Uranium dari Rusia, Putin Sebut Trump Bermuka Dua

Jumat, 3 Oktober 2025 | 15:36 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam pagelaran World Atomic Week 2025 yang digelar di Moskow pada 25–28 September 2025.
Presiden Rusia Vladimir Putin hadir dalam pagelaran World Atomic Week 2025 yang digelar di Moskow pada 25–28 September 2025. (Beritasatu.com/Wahyu Setiyowati)

Sochi, Beritasatu.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menyindir kebijakan tarif sepihak Donald Trump yang dinilai tidak konsisten. Salah satunya adalah kebijakan soal nuklir yang dikembangkan Amerika Serikat (AS).

Putin menegaskan AS masih terus membeli uranium dari Rusia untuk industri nuklirnya, sembari menekan negara lain seperti India agar menghentikan impor energi dari Moskow.

Dalam pidatonya di Forum Valdai di Sochi, Kamis (2/10/2025), Putin menyebut Trump bermuka dua karena menerapkan standar ganda dalam kebijakan perdagangannya.

ADVERTISEMENT

“AS adalah salah satu negara dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar. Karena energi nuklir di sana berkembang pesat, mereka memerlukan pasokan bahan bakar yang besar. Rusia adalah pemasok uranium terbesar kedua bagi pasar AS,” kata Putin seperti dilansir dari Reuters.

Rusia diperkirakan meraup sekitar US$ 1,2 miliar dari penjualan uranium ke AS sepanjang 2025. Tahun lalu, Rusia mendapatkan sekitar US$ 800 juta dari ekspor uranium ke Negeri Paman Sam, dengan pangsa sekitar 25% dari total pasar uranium AS.

Trump sebelumnya menerapkan tarif 25% terhadap India dan pada Agustus 2025 menggandakannya menjadi 50%. Ia beralasan kebijakan itu bertujuan menghukum India karena membeli minyak Rusia, yang menurut Washington menjadi sumber pendanaan perang Moskow di Ukraina. Namun, kenyataannya China merupakan pembeli terbesar minyak Rusia.

Trump juga berulang kali mendesak negara-negara Eropa untuk berhenti membeli minyak dan gas dari Rusia. Tetapi, AS sendiri tetap mengimpor bahan kimia, uranium, dan pupuk dari Moskow.

Pernyataan Putin tersebut bukan hal baru. Pada Agustus 2025, Kementerian Luar Negeri India menegaskan negara-negara Barat masih melanjutkan perdagangan dengan Rusia.

Uni Eropa tercatat melakukan perdagangan senilai US$ 68 miliar dengan Rusia tahun lalu. Sementara itu, AS masih mengimpor uranium hexafluoride untuk industri nuklir dan paladium untuk produksi kendaraan listrik dari Moskow.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

KTT Kazan: ASEAN-Rusia Sepakat Amankan Energi hingga Tahun 2030

KTT Kazan: ASEAN-Rusia Sepakat Amankan Energi hingga Tahun 2030

MULTIMEDIA
Inggris Cegat Kapal Tanker Rusia di Selat Inggris

Inggris Cegat Kapal Tanker Rusia di Selat Inggris

INTERNASIONAL
Ukraina Cari Dana Rp 324 Triliun untuk Modal Perangi Rusia

Ukraina Cari Dana Rp 324 Triliun untuk Modal Perangi Rusia

INTERNASIONAL
AS Berencana Perluas Penempatan Pesawat Nuklir di Eropa lewat NATO

AS Berencana Perluas Penempatan Pesawat Nuklir di Eropa lewat NATO

INTERNASIONAL
Iran Janji Berikan Rusia dan China Keistimewaan di Selat Hormuz

Iran Janji Berikan Rusia dan China Keistimewaan di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Masuk Daftar Hitam PBB, Israel dan Rusia Tambah Catatan Kejahatan

Masuk Daftar Hitam PBB, Israel dan Rusia Tambah Catatan Kejahatan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon