Tetap Impor Uranium dari Rusia, Putin Sebut Trump Bermuka Dua
Jumat, 3 Oktober 2025 | 15:36 WIB
Sochi, Beritasatu.com – Presiden Rusia Vladimir Putin menyindir kebijakan tarif sepihak Donald Trump yang dinilai tidak konsisten. Salah satunya adalah kebijakan soal nuklir yang dikembangkan Amerika Serikat (AS).
Putin menegaskan AS masih terus membeli uranium dari Rusia untuk industri nuklirnya, sembari menekan negara lain seperti India agar menghentikan impor energi dari Moskow.
Dalam pidatonya di Forum Valdai di Sochi, Kamis (2/10/2025), Putin menyebut Trump bermuka dua karena menerapkan standar ganda dalam kebijakan perdagangannya.
“AS adalah salah satu negara dengan penggunaan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar. Karena energi nuklir di sana berkembang pesat, mereka memerlukan pasokan bahan bakar yang besar. Rusia adalah pemasok uranium terbesar kedua bagi pasar AS,” kata Putin seperti dilansir dari Reuters.
Rusia diperkirakan meraup sekitar US$ 1,2 miliar dari penjualan uranium ke AS sepanjang 2025. Tahun lalu, Rusia mendapatkan sekitar US$ 800 juta dari ekspor uranium ke Negeri Paman Sam, dengan pangsa sekitar 25% dari total pasar uranium AS.
Trump sebelumnya menerapkan tarif 25% terhadap India dan pada Agustus 2025 menggandakannya menjadi 50%. Ia beralasan kebijakan itu bertujuan menghukum India karena membeli minyak Rusia, yang menurut Washington menjadi sumber pendanaan perang Moskow di Ukraina. Namun, kenyataannya China merupakan pembeli terbesar minyak Rusia.
Trump juga berulang kali mendesak negara-negara Eropa untuk berhenti membeli minyak dan gas dari Rusia. Tetapi, AS sendiri tetap mengimpor bahan kimia, uranium, dan pupuk dari Moskow.
Pernyataan Putin tersebut bukan hal baru. Pada Agustus 2025, Kementerian Luar Negeri India menegaskan negara-negara Barat masih melanjutkan perdagangan dengan Rusia.
Uni Eropa tercatat melakukan perdagangan senilai US$ 68 miliar dengan Rusia tahun lalu. Sementara itu, AS masih mengimpor uranium hexafluoride untuk industri nuklir dan paladium untuk produksi kendaraan listrik dari Moskow.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




