AS: Hamas Tengah Rencanakan Serangan terhadap Warga Gaza
Minggu, 19 Oktober 2025 | 14:13 WIB
Washington, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) memperingatkan bahwa pihaknya memiliki laporan kredibel mengenai rencana serangan “segera” oleh Hamas terhadap warga sipil di Gaza. Jika benar terjadi, tindakan tersebut akan menjadi pelanggaran serius terhadap perjanjian gencatan senjata yang baru saja diberlakukan antara Hamas dan Israel.
Dalam pernyataan resmi pada Sabtu (18/10/2025), Departemen Luar Negeri AS menegaskan, setiap serangan terhadap warga Palestina akan “merusak kemajuan signifikan yang dicapai melalui upaya mediasi internasional".
“Jika Hamas melanjutkan serangan ini, tindakan akan diambil untuk melindungi rakyat Gaza dan menjaga integritas gencatan senjata,” demikian isi pernyataan tersebut.
Kesepakatan gencatan senjata antara Hamas dan Israel saat ini masih berada pada tahap pertama pelaksanaan. Semua sandera yang masih hidup telah dibebaskan, sementara jenazah korban yang meninggal masih dalam proses pemulangan ke Israel.
Sebagai bagian dari perjanjian, Israel telah membebaskan 250 tahanan Palestina di penjara mereka dan 1.718 tahanan asal Gaza. Namun, Washington menilai stabilitas perdamaian masih rapuh dan menyerukan semua pihak agar mematuhi komitmen yang telah disepakati.
AS juga telah memberi tahu penjamin kesepakatan damai Gaza, termasuk Mesir, Qatar, dan Turki untuk menekan Hamas agar menghormati gencatan senjata tersebut.
Hingga kini, Hamas belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan tersebut. Namun, Presiden AS Donald Trump memperingatkan kelompok itu agar tidak menyerang warga sipil.
“Jika Hamas terus membunuh orang di Gaza yang bukan merupakan kesepakatan, kami tidak punya pilihan selain masuk dan membunuh mereka,” tulis Trump dalam unggahan di Truth Social awal pekan ini.
Meski demikian, Trump kemudian menegaskan bahwa tidak akan mengirim pasukan AS ke Gaza, melainkan akan memberikan tekanan diplomatik dan ekonomi bila Hamas melanggar kesepakatan.
Laporan situasi di Gaza semakin mengkhawatirkan setelah BBC memverifikasi video grafis yang menunjukkan eksekusi publik oleh orang bersenjata Hamas. Dalam rekaman itu, delapan pria dengan tangan terikat dieksekusi di hadapan massa.
BBC belum dapat memastikan identitas pelaku, meskipun beberapa di antara mereka tampak mengenakan ikat kepala hijau yang dikaitkan dengan Hamas. Temuan ini semakin memperkuat kekhawatiran internasional atas potensi pelanggaran hak asasi manusia di wilayah tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




