Hamas Bantah Tuduhan AS Soal Rencana Langgar Gencatan Senjata
Minggu, 19 Oktober 2025 | 15:53 WIB
Gaza, Beritasatu.com - Hamas menolak tuduhan Amerika Serikat (AS) yang menyatakan kelompok tersebut tengah merencanakan pelanggaran gencatan senjata di Gaza dengan menyerang warga sipil Palestina.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS menyebut dugaan serangan itu sebagai pelanggaran langsung dan serius terhadap perjanjian gencatan senjata. Namun, tidak ada perincian detail dari AS mengenai tuduhan tersebut.
Pernyataan itu muncul beberapa hari setelah pasukan keamanan Hamas terekam mengeksekusi sejumlah orang yang mereka sebut sebagai anggota geng kriminal dan milisi yang didukung Israel.
Menanggapi hal itu, Hamas mengeluarkan pernyataan dengan menegaskan tuduhan AS tidak berdasar.
"Pasukan kepolisian di Gaza dengan bantuan luas dari warga menjalankan tugas nasional mereka dengan mengejar milisi dan menegakkan hukum secara tegas demi melindungi warga dan harta benda," ujar Hamas dalam pernyataannya, Minggu (19/10/2025) dikutip dari New Arab.
Penolakan ini disampaikan beberapa jam setelah Hamas menyerahkan dua jenazah warga Israel yang menjadi tawanan. Salah satunya diidentifikasi sebagai Ronen Engel, yang diculik dari Kibbutz Nir Oz pada 7 Oktober 2023.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




