2 Pekan Gencatan Senjata, WHO: Krisis Kelaparan di Gaza Masih Bencana
Jumat, 24 Oktober 2025 | 12:13 WIB
Gaza, Beritasatu.com- Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan krisis kelaparan di Gaza masih tergolong katastropik atau bencana, meski gencatan senjata antara Hamas dan Israel telah berlangsung selama dua pekan terakhir.
WHO menegaskan, kondisi kemanusiaan di Gaza masih tetap sangat memprihatinkan karena pasokan bantuan yang masuk masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi warga Gaza.
"Situasinya di sana masih sangat buruk karena pasokan yang masuk tidak mencukupi. Krisis kelaparan tidak berkurang karena tidak ada cukup makanan,” Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (24/10/2025).
Program Pangan Dunia PBB mencatat pasokan bantuan makanan ke Gaza masih jauh dari target hariannya sebesar 2.000 ton karena hanya dua penyeberangan ke wilayah Palestina yang dibuka.
PBB memperingatkan, setidaknya seperempat penduduk Gaza, termasuk di antaranya 11.500 ibu hamil mengalami kelaparan. Kondisi malnutrisi parah itu disebut akan menimbulkan dampak bertahap terutama bagi bayi-bayi baru lahir di Gaza.
"Malnutrisi akan berdampak berjenjang, bukan pada ibu, tetapi pada bayi baru lahir yang kemungkinan akan membutuhkan perawatan yang semakin lama dan masalah sepanjang hidup bayi," kata Wakil Direktur Eksekutif UNFPA Andrew Saberton.
Data terbaru dari United Nations Population Fund (UNFPA) menunjukkan, 70% bayi di Gaza lahir prematur atau dengan berat badan rendah, meningkat drastis dibandingkan sebelum Oktober 2023 yang tercatat 20%.
Krisis pangan di Kota Gaza dan sekitarnya pertama kali diumumkan pada Agustus 2025, ketika tercatat lebih dari 500.000 warga Gaza mengalami kelaparan ekstrem.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




