Trump Pastikan Thailand dan Kamboja Teken Perjanjian Damai
Minggu, 26 Oktober 2025 | 12:59 WIB
Kuala Lumpur, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memastikan Thailand dan Kamboja akan menandatangani perjanjian damai dalam acara resmi yang berlangsung di hadapannya, saat ia tiba di Malaysia pada Minggu (26/10/2025).
Trump menyampaikan hal itu melalui akun resminya di Truth Social. Ia menegaskan kesepakatan tersebut sebagai hasil dari mediasi langsung Amerika Serikat.
“Saya sedang dalam perjalanan menuju Malaysia, di mana saya akan menandatangani kesepakatan damai yang luar biasa, yang dengan bangga saya mediasi antara Kamboja dan Thailand,” tulis Trump.
Dalam unggahan yang sama, Trump juga menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Thailand atas wafatnya Ibu Suri Sirikit, janda mendiang Raja Bhumibol (Rama IX) sekaligus ibu dari Raja Maha Vajiralongkorn (Rama X).
“Saya menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Thailand yang agung. Saya akan bertemu dengan perdana menteri mereka yang luar biasa, Anutin Charnvirakul, saat kami mendarat. Penandatanganan perjanjian damai akan dilakukan segera setelah kedatangan,” ujar Trump.
Trump dijadwalkan tiba di Bandara Kuala Lumpur pada pukul 10.00 waktu setempat dalam rangka kunjungan kerja sekaligus menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN sebagai tamu kehormatan.
Selain mengawasi penandatanganan perjanjian damai Thailand-Kamboja, agenda kunjungan Trump mencakup pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, serta pembahasan kesepakatan perdagangan antara AS dan beberapa negara ASEAN.
Sementara itu, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dikabarkan membatalkan sementara kunjungannya ke Malaysia karena wafatnya Ibu Suri Sirikit pada Jumat (24/10/2025) di usia 93 tahun.
Namun, menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Thailand, Anutin dijadwalkan kembali ke Malaysia pada Sabtu (25/10/2025) malam atau Minggu (26/10/2025) pagi untuk menandatangani deklarasi gencatan senjata bersama Kamboja.
Sengketa perbatasan antara kedua negara telah berlangsung selama beberapa dekade, dan memanas kembali pada 24 Juli 2025, ketika terjadi baku tembak artileri dan serangan udara di kawasan perbatasan.
Kedua pihak melaporkan adanya korban jiwa, termasuk warga sipil. Setelah pertempuran tersebut, pada 4 Agustus 2025, Thailand dan Kamboja mengumumkan gencatan senjata sementara, yang kemudian diikuti oleh rangkaian perundingan damai resmi.
Deklarasi yang akan ditandatangani di Malaysia diharapkan menjadi langkah final penyelesaian konflik sekaligus membuka babak baru kerja sama bilateral di kawasan Asia Tenggara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




