ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Langkah Catur Trump, Fakta-fakta AS Pilih Gencatan Senjata dengan Iran

Kamis, 9 April 2026 | 12:15 WIB
MN
TE
Penulis: Muhamad Refan Nibrasy | Editor: TCE
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Jakarta, Beritasatu.com - Gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi salah satu momen penting dalam meredakan ketegangan yang sempat mendekati konflik besar di Timur Tengah. Keputusan ini diumumkan langsung oleh Presiden AS, Donald Trump, pada Selasa (7/4/2026) waktu setempat.

Kesepakatan berlangsung selama dua minggu dan hadir di tengah situasi yang sangat tegang, hanya beberapa jam sebelum tenggat rencana serangan terhadap infrastruktur vital Iran.

Berikut ini rangkaian fakta utama di balik gencatan senjata Iran-AS, mulai dari alasan militer hingga tekanan global.

Latar Belakang Gencatan Senjata 2 Minggu

Gencatan senjata terjadi saat eskalasi konflik antara AS dan Iran berada di titik kritis. Ancaman serangan besar-besaran hampir dilakukan sebelum akhirnya ditunda.

ADVERTISEMENT

Keputusan ini tidak hanya menghentikan potensi konflik dalam jangka pendek, tetapi juga membuka ruang bagi proses diplomasi yang lebih luas di Kawasan Timur Tengah.

Salah satu faktor utama di balik keputusan ini berkaitan dengan hasil operasi militer AS sebelumnya. Donald Trump menyatakan operasi militer telah memenuhi bahkan melampaui target strategis yang ditetapkan.

Data dari US Central Command menunjukkan lebih dari 13.000 target darat telah diserang selama konflik. Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengungkapkan dalam satu malam terjadi lebih dari 200 serangan dinamis yang menargetkan peluang secara real time.

Pada sisi lain, Pentagon mulai mengalami keterbatasan target bernilai tinggi. Sejumlah lokasi yang sebelumnya dihantam juga cepat dibangun kembali oleh Iran, sehingga efektivitas serangan mulai menurun. Kondisi ini memperkuat alasan penghentian sementara operasi militer.

Proposal 10 Poin Iran Jadi Dasar Negosiasi

Munculnya proposal 10 poin dari Iran menjadi salah satu titik penting dalam proses menuju gencatan senjata. Donald Trump menyebut proposal tersebut sebagai workable basis atau kerangka kerja yang dapat digunakan untuk mencapai kesepakatan damai.

Dilansir dari BBC, isi proposal mencakup penarikan pasukan AS dari kawasan, pencabutan sanksi ekonomi, kompensasi atas dampak perang, serta pengakuan peran Iran di Selat Hormuz.

Trump bahkan mengeklaim hampir semua poin perselisihan telah disepakati. Gencatan senjata dua minggu kemudian digunakan sebagai masa transisi untuk memfinalisasi proposal menjadi perjanjian konkret. Ia juga menyebut kedua pihak sudah sangat dekat dengan definitive agreement.

Tekanan Diplomatik Internasional dan Peran Pakistan

Keputusan ini juga dipengaruhi tekanan diplomatik global yang kuat. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berperan penting dalam mendorong penundaan serangan.

Dilansir dari Al Jazeera, ia meminta waktu dua minggu untuk membuka jalur diplomasi. Sharif menyebut proses tersebut berkembang secara kuat dan berpotensi menghasilkan hasil substansial dalam waktu dekat.

Dari sisi internasional, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengingatkan larangan serangan terhadap infrastruktur sipil dalam hukum internasional. Selain itu, tokoh agama, seperti Pope Leo juga memberikan peringatan terkait potensi pelanggaran hukum perang.

Selat Hormuz Jadi Faktor Kunci Kesepakatan

Salah satu syarat utama dalam kesepakatan berkaitan dengan pembukaan Selat Hormuz. Jalur ini menjadi salah satu titik paling strategis dalam perdagangan energi global karena dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Penutupan selat selama konflik sempat memicu gangguan rantai pasok energi global. Harga bahan bakar di AS dan Eropa mengalami lonjakan tajam.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Iran memberikan akses aman melalui koordinasi militer selama periode gencatan senjata. Namun, BBC mencatat kontrol Iran terhadap jalur tersebut semakin kuat, sehingga menjadi alat tawar penting dalam negosiasi.

Ancaman Eskalasi dan Kritik Politik

Sebelum tercapainya kesepakatan, Donald Trump sempat mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi luas. Ia mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran dan bahkan menyebut kemungkinan kehancuran sebuah peradaban.

Pernyataan ini menuai kritik dari anggota parlemen AS, baik dari Partai Demokrat maupun sebagian Partai Republik. Di sisi lain, laporan The Guardian menyebut para ahli hukum menilai ancaman terhadap infrastruktur sipil berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Perwakilan Iran di PBB, Amir Saeid Iravani, merespons dengan keras. Ia menyebut ancaman tersebut sebagai hasutan terhadap kejahatan perang dan potensi genosida, serta menegaskan hak Iran untuk membela diri.

Dampak Gencatan Senjata terhadap Stabilitas Global

Gencatan senjata Iran-AS memberikan dampak langsung terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global. Ketegangan militer menurun dalam jangka pendek, sementara jalur distribusi energi mulai kembali normal.

Hal tersebut turut meredakan tekanan ekonomi yang sempat meningkat akibat lonjakan harga minyak. Kesepakatan ini juga membuka peluang bagi pembentukan perjanjian damai yang lebih permanen.

Gencatan senjata Iran-AS menjadi hasil dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari klaim keberhasilan militer, peluang negosiasi, tekanan internasional, hingga kepentingan ekonomi global.

Kesepakatan dua minggu tersebut berfungsi sebagai masa krusial untuk menentukan arah hubungan kedua negara ke depan. Hasil negosiasi lanjutan kemudian menjadi penentu stabilitas Kawasan Timur Tengah serta hubungan diplomatik antara AS dan Iran.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Siap Kerahkan Pasukan Bela Diri ke Selat Hormuz, Jepang: Ada 3 Syarat

Siap Kerahkan Pasukan Bela Diri ke Selat Hormuz, Jepang: Ada 3 Syarat

INTERNASIONAL
Sebut Proposal Iran Sampah, Trump: Gencatan Senjata Sedang Sekarat!

Sebut Proposal Iran Sampah, Trump: Gencatan Senjata Sedang Sekarat!

INTERNASIONAL
Mayoritas Warga AS Nilai Serangan Trump ke Iran sebagai Kesalahan

Mayoritas Warga AS Nilai Serangan Trump ke Iran sebagai Kesalahan

INTERNASIONAL
Negoisasi AS-Iran, Trump Utus Kushner dan Witkoff ke Pakistan

Negoisasi AS-Iran, Trump Utus Kushner dan Witkoff ke Pakistan

INTERNASIONAL
Kumpul di London, 30 Negara Bahas Misi Militer di Selat Hormuz

Kumpul di London, 30 Negara Bahas Misi Militer di Selat Hormuz

INTERNASIONAL
Trump Klaim Hampir Deal dengan Iran

Trump Klaim Hampir Deal dengan Iran

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon