ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mayoritas Warga AS Nilai Serangan Trump ke Iran sebagai Kesalahan

Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:57 WIB
DM
DM
Penulis: Djibril Muhammad | Editor: DM
Seorang perempuan Iran berada di antara bangunan yang hancur terkena serangan bom AS-Israel.
Seorang perempuan Iran berada di antara bangunan yang hancur terkena serangan bom AS-Israel. (Tasnim News Agency/Mohammad Ali Jalali)

Washingtong, Beritasatu.com - Sebuah jajak pendapat terbaru dari The Washington Post, ABC News, dan Ipsos menunjukkan mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menilai keputusan Presiden Donald Trump menggunakan kekuatan militer terhadap Iran sebagai langkah yang keliru.

Tingkat penolakan ini bahkan mendekati sentimen publik terhadap Perang Irak pada 2006 dan Perang Vietnam pada awal 1970-an. Mengutip laporang Newsmax.com, Jumat (1/5/2026) Sebanyak 61% responden menyatakan tindakan militer AS terhadap Iran adalah sebuah kesalahan.

Hanya kurang dari 20% yang menilai operasi tersebut berhasil. Sementara itu, sekitar 40% menganggap operasi itu gagal, dan 40% lainnya menilai masih terlalu dini untuk menentukan keberhasilannya.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, dukungan terhadap kebijakan perang Trump masih tetap kuat di kalangan Partai Republik. Sebanyak 79% pemilih Partai Republik menyebut keputusan Trump sudah tepat.

Namun, di kalangan independen yang cenderung mendukung Partai Republik, pandangan lebih terpecah. Sebanyak 52% mendukung tindakan Trump menyerang Iran, sedangkan 46% menilainya sebagai kesalahan.

Jajak pendapat ini juga menunjukkan kekhawatiran publik terhadap dampak konflik. Banyak warga AS menilai perang dengan Iran berpotensi meningkatkan risiko serangan teror terhadap warga Amerika, memperburuk kondisi ekonomi, dan melemahkan hubungan Washington dengan sekutu-sekutunya.

Meski skeptis terhadap perang, masyarakat AS tetap berhati-hati terhadap Iran. Sebanyak 48% responden mendukung tercapainya perjanjian damai meskipun hasilnya kurang menguntungkan bagi AS.

Sementara itu, 46% lainnya ingin Washington terus menekan Iran demi kesepakatan yang lebih baik, bahkan jika itu berarti melanjutkan aksi militer. Perbandingan dengan konflik masa lalu cukup mencolok. Pada puncak kekerasan Perang Irak pada 2006, sebanyak 59% warga AS menyebut perang itu sebagai kesalahan.

Angka serupa juga tercatat pada masa Perang Vietnam pada awal 1970-an. Kini, dengan angka penolakan mencapai 61%, perang Iran menjadi salah satu intervensi militer AS yang paling tidak populer dalam sejarah modern. Survei dilakukan pada 24-28 April 2026 terhadap 2.560 orang dewasa di Amerika Serikat, dengan margin error sekitar ±2%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

Kesepakatan Damai AS-Iran Bawa Harapan Baru bagi Ekonomi Indonesia

LIFESTYLE
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Kesepakatan Nuklir Gagal

INTERNASIONAL
Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

Donald Trump Klaim AS-Iran Siap Berdamai, Benarkah?

INTERNASIONAL
Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

Naskah Perjanjian Damai AS-Iran Rampung, Pakistan Klaim Tinggal Teken

INTERNASIONAL
Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

Trump Tunda Operasi Rahasia AS untuk Rebut Uranium Iran

INTERNASIONAL
Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

Iran Klaim Trump Sepakat Lepas Aset Beku Senilai Rp 428 Triliun

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon