ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pesawat Kargo Jatuh Tewaskan 14 Orang, UPS dan FedEx Stop Armada MD-11

Sabtu, 8 November 2025 | 18:59 WIB
SL
SL
Penulis: Surya Lesmana | Editor: LES
Warga menandatangani plakat yang dipasang di salib dalam acara penghormatan bagi korban tewas dan hilang setelah pesawat UPS jatuh, di Great Lawn, Jumat, 7 November 2025, di Louisville, Kentucky.
Warga menandatangani plakat yang dipasang di salib dalam acara penghormatan bagi korban tewas dan hilang setelah pesawat UPS jatuh, di Great Lawn, Jumat, 7 November 2025, di Louisville, Kentucky. (AP/AP)

Kentucky, Beritasatu.com —  Dua perusahaan kargo udara terbesar di dunia, UPS dan FedEx, menghentikan seluruh operasional pesawat kargo MD-11 mereka menyusul kecelakaan fatal di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, pada 4 November 2025.

UPS mengumumkan pada Jumat (7/11/2025) bahwa seluruh armada MD-11 ditangguhkan untuk sementara demi kehati-hatian dan keselamatan penerbangan. “Kami secara proaktif mengambil keputusan ini berdasarkan rekomendasi dari pihak produsen. Armada MD-11 hanya mencakup sekitar 9% dari total armada kami,” kata pernyataan resmi UPS.

Langkah serupa juga dilakukan oleh FedEx, yang menyatakan telah menyiapkan rencana darurat agar layanan pengiriman global tidak terganggu.

ADVERTISEMENT

Kedua perusahaan tersebut termasuk dalam tiga operator kargo udara terbesar di dunia, baik dari segi ukuran armada maupun volume pengiriman.

Keputusan ini diambil setelah pesawat UPS MD-11 jatuh pada 4 November 2025, sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Muhammad Ali, Louisville. Kecelakaan tersebut menewaskan 14 orang, termasuk tiga awak pesawat.

Pesawat yang penuh bahan bakar untuk penerbangan 8,5 jam itu meledak dan terbakar di dekat area bandara. Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) melaporkan bahwa salah satu mesin pesawat terlepas dari sayap saat proses lepas landas, yang menyebabkan kehilangan kendali.

Menanggapi insiden itu, Boeing, yang mengakuisisi program MD-11 setelah merger dengan McDonnell Douglas pada 1997, mengonfirmasi telah mengeluarkan rekomendasi resmi untuk menghentikan sementara pengoperasian tipe pesawat tersebut.

“Kami memberikan rekomendasi ini sebagai langkah kehati-hatian dan terus bekerja sama dengan Badan Penerbangan Federal (FAA) terkait investigasi,” kata Boeing dalam pernyataannya.

Pesawat MD-11, yang pertama kali diperkenalkan pada 1990, dikenal sebagai pesawat berbadan lebar jarak jauh. Namun, seiring waktu, sebagian besar unitnya dialihfungsikan menjadi pesawat kargo karena tingginya konsumsi bahan bakar.

Pesawat ini memiliki berat lepas landas maksimum 286 ton, dengan kapasitas bahan bakar hingga 117 ton. Saat ini, seri MD-11 hanya dioperasikan oleh tiga maskapai dunia: UPS (28 unit), FedEx (25 unit), dan Western Global Airlines (15 unit).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon