Zohran Mamdani Temui Trump, Bahas Biaya Hidup hingga Keamanan
Sabtu, 22 November 2025 | 06:02 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memuji kemenangan elektoral Zohran Mamdani, wali kota baru New York City, saat keduanya bertemu di Gedung Putih, Jumat (21/11/2025). Pertemuan ini menjadi interaksi langsung pertama di tengah hubungan politik yang selama ini kerap memanas antara kedua kubu, terutama terkait isu imigrasi dan kebijakan ekonomi.
Mamdani, sosialis demokrat yang sebelumnya merupakan anggota parlemen negara bagian, meminta pertemuan tatap muka dengan Trump untuk membahas isu biaya hidup dan keselamatan publik yang menjadi kekhawatiran utama warga New York.
“Kita punya satu kesamaan: kita ingin kota yang kita cintai ini berkembang dengan sangat baik,” ujar Trump saat mengajak jurnalis masuk ke Ruang Oval usai pertemuan tertutup.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada wali kota, beliau benar-benar berhasil memenangkan persaingan yang luar biasa melawan orang-orang yang sangat tangguh, orang-orang yang sangat cerdas,” ujarnya.
Mamdani mengatakan diskusi berlangsung produktif dan fokus pada upaya menghadirkan New York City yang lebih terjangkau bagi warganya. “Pertemuan itu produktif dan berfokus pada tempat yang kita kagumi dan cintai bersama, yaitu Kota New York, serta pentingnya menyediakan akses yang terjangkau bagi warga New York,” ujarnya.
Trump menyatakan siap mengesampingkan perbedaan politik. “Semakin baik kinerjanya, semakin bahagia saya,” katanya.
Meski kini lebih lunak dalam pernyataan publiknya, Trump sebelumnya sempat mengancam akan mencabut dana federal bagi New York setelah kemenangan besar Mamdani dalam pemilihan wali kota. Mamdani juga dikenal sebagai kritikus vokal terhadap berbagai kebijakan Trump, termasuk rencana peningkatan penegakan hukum imigrasi federal di kota yang 40 persen warganya lahir di luar negeri.
Trump bahkan pernah melabelinya sebagai “orang gila kiri radikal,” “komunis,” hingga “pembenci Yahudi” tanpa bukti.
Padahal, Mamdani menganut sosialisme demokratis ala Nordik dan didukung sejumlah politisi Yahudi terkemuka, serta merekrut staf Yahudi termasuk Komisaris Polisi Jessica Tisch.
Dalam pernyataannya, Trump mengaku siap bersikap “sopan” jelang kedatangan wali kota terpilih.
“Saya memang agak keras menyerangnya,” kata Trump dalam The Brian Kilmeade Show.
“Saya rasa hubungan kami akan baik-baik saja. Begini, kami menginginkan hal yang sama, kami ingin membuat New York kuat,” kataanya.
Mamdani, yang umengunggah foto selfie sambil tersenyum saat dalam penerbangan menuju Washington, menyatakan bahwa ia akan bekerja sama dengan Trump selama kebijakannya membawa manfaat bagi warga New York. “Jika ada agenda yang merugikan warga New York, saya juga akan menjadi orang pertama yang mengatakannya,” tegasnya.
Wali kota terpilih berusia 34 tahun itu akan dilantik pada 1 Januari 2026. Ia akan menjadi wali kota Muslim dan Asia Selatan pertama di kota pusat finansial Wall Street tersebut.
Isu biaya hidup menjadi fokus utamanya: dari harga perumahan, makanan, pengasuhan anak, hingga transportasi umum. Rata-rata biaya sewa di New York hampir dua kali lipat dari rata-rata nasional.
Sementara inflasi AS tetap menjadi isu nasional. Hanya 26 persen warga AS menilai Trump berhasil menangani biaya hidup, menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




