Kebakaran Hong Kong: Korban Nyawa Pekerja Migran demi Majikan Disorot
Minggu, 30 November 2025 | 13:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Media Hong Kong menyoroti pekerja migran yang menjadi korban kebakaran maut di Wang Fuk Court, Hong Kong, menyebut mereka sebagai sosok penuh keberanian. Laporan South China Morning Post menampilkan kisah para pekerja migran asal Indonesia dan Filipina yang tewas saat tetap berusaha melindungi majikan mereka, mulai dari lansia hingga anak-anak.
“Dalam kondisi sangat terdesak, mereka memutuskan tetap bersama majikan. Sebuah keberanian yang perlu kita hormati dan hargai,” tulis South China Morning Post.
Mereka mencatat sebelumnya ada lebih dari 200 pekerja migran yang bekerja di Wang Fuk Court. Sebanyak 80 orang masih dinyatakan hilang, sedangkan tujuh dari Indonesia dan satu warga Filipina dinyatakan meninggal dunia.
Jumlah tersebut tidak sedikit dan justru menyita perhatian masyarakat Hong Kong. Pasalnya kebanyakan pekerja migran kehilangan nyawa demi majikan mereka.
Salah satu kisah yang menguras air mata datang dari Ernawati, pekerja migran Indonesia asal Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi memeluk anak majikannya saat api melalap gedung tempatnya bekerja.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Kabupaten Malang, Tri Darmawan, membenarkan informasi tersebut. “Informasinya, bayi tersebut selamat,” ujarnya, Sabtu (29/11/2025).
Kisah lain datang dari Dina Martiana, pekerja migran asal Ponorogo yang sudah tiga tahun bekerja sebagai pekerja domestik di Hong Kong. Dina diduga meninggal ketika berupaya menyelamatkan majikannya dari kepungan asap.
Adiknya, Riko Andi, menyebut informasi dari agen menunjukkan Dina terjebak asap tebal bersama seorang rekan sesama pekerja. Mereka ditemukan tak jauh dari majikannya yang juga kritis sebelum akhirnya meninggal. “Kabarnya kakak berusaha melindungi majikan,” kata Riko.
Saat ini pemerintah Hong Kong telah menetapkan hari berkabung nasional. Mereka bahkan menyiapkan dana bantuan yang danya mencapai triliunan rupiah. South China Morning Post menekankan bantuan tersebut seharusnya tidak pilih-pilih. Setiap korban, apa pun kewarganegaraannya dan profesinya berhak mendapat santunan, meski saat ini pemerintah Hong Kong telah berketatapan bahwa bantuan hanya diberikan untuk penghuni apartemen yang terbakar tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




