ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Iran Sebut Jadwal Kedua Negosiasi Nuklir dengan AS Belum Pasti

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:31 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani. (AP Photo/AP File)

Teheran, Beritasatu.com - Iran mengindikasikan jadwal negosiasi selanjutnya dengan Amerika Serikat (AS) masih belum ditentukan dengan pasti. Hal ini seiring desakan Iran yang menginginkan agar diskusi dengan negara yang dipimpin Presiden AS Donald Trump itu tetap terbatas pada isu nuklir. 

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan, pembicaraan tak langsung sebelumnya di Oman sebenarnya berjalan relatif baik. Meski demikian, ia mengingatkan agar tidak menarik kesimpulan hanya dari satu kali pertemuan saja. Menurutnya, arah diplomasi baru dapat dilihat seiring berjalannya waktu. 

Larijani menilai, pihak AS saat ini tampak menerima bahwa pembicaraan antara kedua negara sebaiknya terbatas hanya terkait persoalan nuklir, tanpa memasukkan isu program rudal Iran maupun pengaruh regional Iran yang sebelumnya sempat didesak oleh AS.

ADVERTISEMENT

“Jika kekhawatiran Amerika adalah Iran tidak boleh bergerak menuju perolehan senjata nuklir, ini adalah sesuatu yang dapat diselesaikan,” kata Larijani, dilansir dari Yeni Safak, Kamis (12/2/2026). 

Ia menambahkan bahwa memperluas agenda topik pembahasan yang dinilai tidak perlu justru akan mempersulit kemajuan kesepakatan Iran dan AS. 

Sebelumnya, Larijani juga memperingatkan keras Washington agar tidak membiarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menghasut dan memengaruhi arah perundingan. Pernyataan ini mencuat seiring Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Trump di Gedung Putih dalam waktu dekat. Menurut Larijani, campur tangan semacam itu pada akhirnya merugikan kepentingan AS sendiri.

Iran juga menegaskan, kesepakatan apa pun untuk membatasi aktivitas nuklirnya, termasuk pengayaan uranium, harus disertai pencabutan penuh dan terverifikasi terhadap sanksi ekonomi Barat.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon