ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Arab Saudi Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh 18 Februari 2026

Selasa, 17 Februari 2026 | 22:35 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Arab Saudi menetapkan awal Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, setelah hilal terlihat di beberapa titik observasi seperti Hawtat Sudair dan Tumair.
Arab Saudi menetapkan awal Ramadan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, setelah hilal terlihat di beberapa titik observasi seperti Hawtat Sudair dan Tumair. (Gulf News/DOK)

Jakarta, Beritasatu.com - Kerajaan Arab Saudi secara resmi mengumumkan hasil pemantauan hilal yang menyatakan bahwa bulan sabit tanda masuknya bulan Ramadan telah terlihat pada Selasa sore, 17 Februari 2026. Dengan pengumuman ini, maka seluruh umat Muslim di wilayah Kerajaan Arab Saudi akan memulai ibadah puasa Ramadan pertama mereka pada esok hari, Rabu, 18 Februari 2026.

Proses pemantauan bulan atau rukyatul hilal ini dipusatkan di beberapa titik observasi utama, di antaranya adalah Hawtat Sudair dan Tumair yang terletak di Kegubernuran Al-Majma’ah. Persiapan di lokasi-lokasi tersebut telah dilakukan sejak siang hari dengan mengerahkan tim ahli astronomi dan saksi mata yang kompeten untuk memastikan akurasi penampakan bulan sabit.

Abdulaziz Al-Muainaa, seorang pakar dari Observatorium Al Hareeq, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer pada sore hari ini sangat memungkinkan bagi tim untuk bekerja. "Matahari terbenam tepat pada pukul 17.52, dan kondisi cuaca sangat mendukung untuk melihat hilal Ramadan," ungkapnya sesaat sebelum pengumuman resmi dikeluarkan oleh otoritas setempat dikutip Gulf News, Selasa (17/2/2026). 

ADVERTISEMENT

Penetapan awal Ramadan di Arab Saudi ini memiliki makna yang besar bagi umat Muslim di seluruh dunia. Sebagai bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, Ramadan dianggap sebagai bulan paling suci. Momentum ini memperingati diturunkannya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad SAW, terutama pada malam istimewa yang disebut Laylatul Qadr yang terjadi di sepuluh malam terakhir bulan suci tersebut.

Menariknya, awal Ramadan tahun 2026 ini jatuh tepat satu hari setelah perayaan Tahun Baru Imlek yang dirayakan pada hari ini, Selasa, 17 Februari. Bertemunya dua momentum besar ini, akhir dari festival musim semi masyarakat Tionghoa dan awal bulan suci bagi umat Islam, menciptakan suasana toleransi dan kemeriahan ganda di berbagai belahan dunia yang memiliki keragaman budaya yang kuat.

Mengenai durasi puasa tahun ini, prakiraan astronomi dari Dubai menunjukkan bahwa Ramadan 2026 kemungkinan besar akan berlangsung selama 29 hari. Namun, sebagaimana tradisi yang berlaku, durasi pasti (apakah 29 atau 30 hari) akan kembali ditentukan melalui pemantauan hilal di akhir bulan nanti untuk menentukan masuknya hari raya Idulfitri.

Kondisi cuaca cerah yang terjadi hari ini di Timur Tengah, serta di beberapa wilayah lain yang merayakan Imlek tanpa hujan, tampaknya memberikan kemudahan bagi para petugas pemantau bulan. Tanpa adanya awan tebal yang menghalangi, verifikasi visual terhadap bulan sabit tipis tersebut dapat dilakukan dengan lebih meyakinkan oleh otoritas keagamaan di Arab Saudi.

Bagi masyarakat Muslim, pengumuman ini adalah seruan untuk memulai perjalanan spiritual selama satu bulan penuh melalui puasa, doa, dan refleksi diri. Masjid-masjid di seluruh Kerajaan Arab Saudi, termasuk Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah, diperkirakan akan segera dipenuhi oleh jemaah untuk melaksanakan salat Tarawih pertama pada Selasa malam ini.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ramadan 2026, Baznas Terima Bantuan Pangan Rp 7 Miliar dari Arab Saudi

Ramadan 2026, Baznas Terima Bantuan Pangan Rp 7 Miliar dari Arab Saudi

NASIONAL
Pria Lebanon Menyamar Jadi Pangeran Arab, Tipu Politisi dan Pengusaha

Pria Lebanon Menyamar Jadi Pangeran Arab, Tipu Politisi dan Pengusaha

INTERNASIONAL
Israel Serang Iran, Arab Saudi: Pelanggaran Hukum Internasional!

Israel Serang Iran, Arab Saudi: Pelanggaran Hukum Internasional!

INTERNASIONAL
Pemerintah Arab Saudi Batal Kurangi Kuota Jemaah Haji Asal Indonesia

Pemerintah Arab Saudi Batal Kurangi Kuota Jemaah Haji Asal Indonesia

NASIONAL
Cara Mendapat Undangan Haji dari Kerajaan Arab Saudi, Ini Tahapannya

Cara Mendapat Undangan Haji dari Kerajaan Arab Saudi, Ini Tahapannya

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT