ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bos Robotika OpenAI Mundur Usai Kerja Sama dengan Pentagon

Senin, 9 Maret 2026 | 03:53 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi OpenAI
Ilustrasi OpenAI (AP Photo/Michael Dwyer)

Jakarta, Beritasatu.com – Kerja sama OpenAI dengan Pentagon berbuah banyak sentimen negatif pada perusahaan. Bahkan kini salah satu petingginya memilih untuk mengundurkan diri.

Kepala eksekutif robotika OpenAI, Caitlin Kalinowski, mengumumkan pengunduran dirinya setelah perusahaan kecerdasan buatan tersebut menjalin kesepakatan dengan pemerintah Amerika Serikat untuk memungkinkan penggunaan teknologinya dalam konteks militer dan pengawasan domestik.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat, Kalinowski menegaskan keputusannya didasari pertimbangan prinsip terkait penggunaan teknologi AI untuk pengawasan warga negara dan sistem otonomi yang berpotensi mematikan.

“Saya sangat peduli dengan tim Robotika dan pekerjaan yang kami bangun bersama,” tulis Kalinowski.

ADVERTISEMENT

Namun ia menilai penggunaan teknologi untuk pengawasan warga Amerika tanpa pengawasan peradilan, serta otonomi tanpa otorisasi manusia adalah batas yang seharusnya mendapatkan pertimbangan lebih mendalam.

Menurut dia, keputusan tersebut tidak berkaitan dengan individu di dalam perusahaan, melainkan persoalan prinsip. “Ini soal prinsip, bukan soal orang,” ujarnya.

Sebelumnya, OpenAI yang dikenal sebagai pengembang ChatGPT memperoleh kontrak pertahanan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) pada bulan lalu. Kesepakatan itu muncul beberapa jam setelah perusahaan AI pesaing, Anthropic, menolak menyetujui penggunaan teknologinya secara tanpa syarat untuk kepentingan militer.

CEO OpenAI Sam Altman kemudian menyampaikan melalui platform X bahwa perusahaan akan menyesuaikan kontrak tersebut. Ia menegaskan model AI OpenAI tidak akan digunakan untuk “pengawasan domestik terhadap warga negara Amerika Serikat.”

Kalinowski dalam unggahan lanjutan juga menyoroti proses pengumuman kerja sama dengan Pentagon yang dinilainya terlalu terburu-buru. “Masalah saya adalah pengumuman itu dilakukan dengan cepat tanpa pengaman atau batasan yang jelas,” tulisnya.

Dia menilai persoalan tersebut terutama berkaitan dengan tata kelola perusahaan. “Ini pertama-tama adalah masalah tata kelola. Isu sebesar ini terlalu penting untuk diputuskan atau diumumkan secara tergesa-gesa,” tambahnya.

Penolakan Anthropic untuk mengizinkan penggunaan model AI Claude dalam kepentingan militer sebelumnya juga memicu kritik dari sejumlah pejabat pemerintah Amerika Serikat.

Sebelum bergabung dengan OpenAI, Kalinowski diketahui pernah bekerja di Meta, di mana ia terlibat dalam pengembangan kacamata realitas tertambah (augmented reality).

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Pangsa Pasar ChatGPT Turun, Apakah Dominasinya Mulai Pudar?

Pangsa Pasar ChatGPT Turun, Apakah Dominasinya Mulai Pudar?

OTOTEKNO
Disebut Dukung Anaknya Bunuh Diri, ChatGPT Digugat

Disebut Dukung Anaknya Bunuh Diri, ChatGPT Digugat

OTOTEKNO
GPT-5.5 Instant Jadi Model Baru ChatGPT, Halusinasi Turun 52 Persen!

GPT-5.5 Instant Jadi Model Baru ChatGPT, Halusinasi Turun 52 Persen!

OTOTEKNO
ChatGPT Kini Bisa Edit dan Buat Gambar Sekelas Pro

ChatGPT Kini Bisa Edit dan Buat Gambar Sekelas Pro

OTOTEKNO
OpenAI Raup Rp 1,6 Triliun dari Iklan ChatGPT dalam 2 Bulan

OpenAI Raup Rp 1,6 Triliun dari Iklan ChatGPT dalam 2 Bulan

EKONOMI
Orang Ini Coba-coba Jual Rumah Pakai ChatGPT, Hasilnya Mengejutkan

Orang Ini Coba-coba Jual Rumah Pakai ChatGPT, Hasilnya Mengejutkan

OTOTEKNO

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon