Sejalan Netanyahu, Trump Yakin Mojtaba Khamenei Luka Parah
Jumat, 13 Maret 2026 | 13:03 WIB
Washington, Beritasatu.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan spekulasi tajam mengenai kondisi fisik pemimpin tertinggi Iran yang baru Mojtaba Khamenei. Dalam wawancara terbaru, Trump menyebut sang pemimpin kemungkinan besar terluka parah akibat serangan udara gabungan AS-Israel.
Berbicara kepada Brian Kilmeade dalam program Fox News, Trump menyatakan keyakinannya bahwa putra mendiang Ali Khamenei tersebut masih bertahan hidup, tetapi dalam kondisi yang tidak bugar (rusak).
“Saya pikir dia mungkin masih hidup. Saya pikir dia terluka, tetapi saya pikir dia mungkin masih hidup dalam bentuk tertentu,” kata Trump dalam wawancara yang disiarkan Jumat (13/3/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah kesimpangsiuran informasi mengenai keberadaan fisik Mojtaba Khamenei. Spekulasi mengenai "kerusakan" fisik sang pemimpin menguat karena sejak pelantikannya, Mojtaba belum pernah tampil secara visual maupun audio langsung di hadapan publik.
Komentar Trump ini memperkuat laporan yang berkembang selama seminggu terakhir. Sebelumnya, pidato perdana Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi hanya dibacakan oleh penyiar di televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3/2026) lalu, tanpa menampilkan sosoknya.
Duta Besar Teheran untuk Siprus juga sempat memberikan pernyataan krusial kepada surat kabar The Guardian. Ia mengonfirmasi bahwa Mojtaba memang terluka dalam serangan udara pada 28 Februari 2026. Serangan dahsyat tersebut diketahui menewaskan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, beserta sejumlah anggota keluarga lainnya.
Laporan media AS sebelumnya menyebutkan bahwa serangan pada hari pertama operasi militer AS-Israel tersebut memang menyasar pusat komando tinggi Iran. Meski Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pengganti pada 8 Maret 2026, misteri mengenai tingkat keparahan cederanya tetap menjadi teka-teki intelijen global.
Sikap Trump yang menyebutnya "mengalami kerusakan" memberikan sinyal bahwa intelijen AS mungkin memiliki data terkait keterbatasan fisik sang pemimpin baru Iran dalam menjalankan fungsinya di tengah konflik yang masih memanas.
Senada dengan Trump, PM Israel Benjamin Netanyahu juga menyatakan, kalau Mojtaba tak akan bisa tampil di hadapan publik Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




