AS Siapkan Rp 157 Miliar untuk Info Mojtaba Khamenei dan Pejabat Iran
Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:14 WIB
Washington, Beritasatu.com – Pemerintah Amerika Serikat mengumumkan tawaran hadiah fantastis hingga US$ 10 juta (sekitar Rp 157 miliar) bagi siapa pun yang memiliki informasi terkait keberadaan pejabat militer dan intelijen senior Iran. Target utama dalam daftar tersebut termasuk Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Program imbalan ini menargetkan 10 pejabat tinggi yang terafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Satuan elite militer yang dibentuk pascaRevolusi 1979 ini merupakan pelindung utama lembaga keagamaan Syiah dan dikenal setia kepada pemimpin tertinggi.
Mojtaba Khamenei naik takhta menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026 lalu. Hingga kini, sosok Khamenei junior belum pernah terlihat di depan umum. Meski ia sempat merilis pernyataan resmi perdana pada Kamis lalu, muncul dugaan kuat bahwa ia menderita luka-luka dalam serangan yang juga menewaskan sejumlah pejabat tinggi Teheran tersebut.
Selain sang pemimpin tertinggi, Departemen Luar Negeri AS juga mengincar tokoh kunci lainnya, di antaranya, Ali Larijani (kepala keamanan Iran), Esmail Khatib (menteri intelijen), Eskandar Momeni (menteri dalam negeri), dan dua pejabat senior di kantor kepresidenan Khamenei.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya menyatakan bahwa kepemimpinan Iran saat ini tengah "bersembunyi" di bunker bawah tanah. Pernyataan ini kontras dengan bukti visual yang beredar. Pada Jumat (13/3/2026), Reuters memverifikasi video yang menunjukkan Ali Larijani hadir dalam rapat umum di Teheran bersama Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Situs web resmi pemerintah AS juga mencantumkan empat nama pejabat lain, termasuk komandan IRGC dan sekretaris dewan pertahanan, meskipun identitas foto mereka belum dipublikasikan secara mendetail. “Individu-individu ini memimpin dan mengarahkan berbagai elemen IRGC, yang merencanakan, mengatur, dan melaksanakan terorisme di seluruh dunia,” tegas pihak Departemen Luar Negeri AS dalam pernyataan resminya.
Ketegangan ini bermula dari penetapan IRGC sebagai organisasi teroris asing oleh Washington. AS menuduh kelompok ini bertanggung jawab atas serangkaian serangan terhadap warga negaranya serta rencana pembunuhan terhadap Donald Trump sebagai aksi balas dendam atas kematian Qassem Soleimani pada tahun 2020.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah Iran secara rutin membantah tudingan sebagai sponsor terorisme. Pihak Teheran menegaskan bahwa klaim Washington hanyalah serangan politik tidak berdasar yang digunakan untuk melegalkan kampanye tekanan ekonomi dan sanksi internasional.
Hingga berita ini diturunkan, Misi Iran untuk PBB di New York belum memberikan tanggapan resmi terkait tawaran hadiah yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




