Serangan Israel Hantam Pusat Kesehatan Hizbullah, 12 Petugas Tewas
Sabtu, 21 Maret 2026 | 11:34 WIB
Beirut, Beritasatu.com – Serangan Israel terhadap sebuah pusat kesehatan di Lebanon selatan langsung menewaskan 12 petugas medis, melukai satu orang secara serius, dan menyebabkan empat orang hilang di bawah reruntuhan selama berjam-jam.
Serangan pada 13 Maret 2026 di desa Burj Qalaouiyah, salah satu serangan paling mematikan di Lebanon sejak perang Israel-Hizbullah terbaru dimulai pada 2 Maret, menargetkan sebuah pusat yang dikelola oleh sayap kesehatan Hizbullah, Masyarakat Kesehatan Islam, yang sejauh ini telah kehilangan 24 anggotanya selama 2 minggu terakhir.
Militer Israel diketahui menargetkan tidak hanya aset militer Hizbullah, tetapi juga institusi sipilnya sebagai upaya melemahkan pengaruh kelompok tersebut. Selain pusat kesehatan, serangan udara menghancurkan cabang keuangan al-Qard al-Hasan, markas TV Al-Manar, stasiun radio Al-Nour, SPBU Amana, dan toko Sajjad yang dikelola kelompok tersebut.
Israel menuduh Hizbullah memanfaatkan fasilitas sipil untuk kegiatan militer, termasuk pendanaan operasional melalui lembaga amal. Namun Kementerian Kesehatan Lebanon membantah klaim tersebut.
“Perang ini berbeda dan tidak akan berakhir dengan gencatan senjata,” kata Hilal Khashan, pakar politik dari Universitas Amerika Beirut dikutip dari AP, Sabtu (21/3/2026).
“Israel ingin menghancurkan Hizbullah, tidak hanya sebagai entitas militer, tetapi juga politik di Lebanon.”
Bentrokan hebat terus terjadi di perbatasan selatan Lebanon. Puluhan warga sipil tewas sementara pemimpin militer Israel Jenderal Eyal Zamir mengatakan Hizbullah kini bertempur untuk mempertahankan eksistensinya.
Hizbullah menyatakan akan terus melawan. “Ini pertempuran eksistensial. Kami tidak akan menyerah,” tegas Naim Kassem, pemimpin kelompok itu.
Konflik saat ini juga terjadi di tengah penegakan hukum Lebanon terhadap aktivitas militer Hizbullah yang dianggap ilegal. Serangan balasan kelompok itu termasuk peluncuran roket terhadap Israel, menanggapi kematian pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang memicu eskalasi militer di kawasan.
Sejak serangan dimulai, lebih dari 1.000 orang tewas dan lebih dari 1 juta warga Lebanon mengungsi, terutama di selatan dan timur negara itu serta di pinggiran Beirut selatan. Konflik terbaru ini mengulang sejarah panjang ketegangan Israel-Hizbullah sejak perang 34 hari pada 2006 dan perang 14 bulan yang dimulai Oktober 2023.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




