AS Minta Iran Hentikan Pengayaan Uranium Selama 20 Tahun
Selasa, 14 April 2026 | 08:56 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran terkait isu nuklir dilaporkan belum mencapai titik temu. Dalam pembicaraan yang berlangsung di Islamabad, Washington disebut meminta Teheran menghentikan aktivitas pengayaan uranium selama 20 tahun.
Menurut laporan media Israel, seperti dilansir Anadolu, Senin (13/4/2026), pembahasan tersebut merupakan bagian dari negosiasi untuk mengamankan gencatan senjata jangka panjang. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat menawarkan penghentian serangan serta pelepasan sebagian dana Iran yang dibekukan.
Namun, tawaran itu disertai sejumlah syarat. Selain menghentikan pengayaan uranium selama dua dekade, Iran juga diminta mengekspor uranium yang telah diperkaya ke luar negeri dan menjamin kebebasan navigasi di Selat Hormuz tanpa mengenakan biaya apa pun.
Meski isu nuklir menjadi topik utama dalam pembahasan, laporan menyebutkan masih terdapat perbedaan besar antara kedua pihak yang menghambat tercapainya kesepakatan.
Wakil Presiden AS, JD Vance, sebelumnya mengonfirmasi perundingan langsung dengan Iran berakhir tanpa hasil. Ia menyebut kedua delegasi telah menjalani diskusi intensif selama lebih dari 20 jam. “Kami telah bekerja selama 21 jam dan mengadakan sejumlah pertemuan penting dengan pihak Iran. Itu kabar baiknya. Kabar buruknya, kami tidak berhasil mencapai kesepakatan,” ujar Vance.
Pada sisi lain, media Iran menilai kegagalan mencapai kerangka kesepakatan disebabkan oleh tuntutan Amerika Serikat yang dinilai berlebihan. Sebelumnya, Washington dan Teheran sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan. Kesepakatan itu membuka jalan bagi pembicaraan langsung yang jarang terjadi antara kedua negara.
Namun, perundingan yang dimulai pada Sabtu (11/3/2026) tersebut akhirnya berakhir pada Minggu (12/4/2026) tanpa kesepakatan apa pun sehingga masa depan negosiasi masih belum jelas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




