Perang Iran, Presiden Brasil Kritik Gaya Komunikasi Trump
Sabtu, 18 April 2026 | 19:59 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva melontarkan kritik tajam terhadap negara-negara besar dunia yang dinilai gagal meredam konflik di Timur Tengah. Ia juga menyinggung gaya komunikasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dianggap memperkeruh situasi global.
Pernyataan itu disampaikan Lula dalam forum pemimpin progresif di Barcelona, Spanyol. Ia mendesak lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengubah arah kebijakan dalam menangani krisis internasional.
“Kita tidak bisa terus bangun setiap pagi dan tidur setiap malam dengan sebuah unggahan dari presiden yang mengancam dunia dan mendeklarasikan perang,” ujar Lula, merujuk pada pernyataan Trump terkait Iran, dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (18/4/2026) malam.
Dalam pidatonya, Lula menyoroti praktik komunikasi politik yang dinilai konfrontatif. Ia menilai retorika keras, terutama di media sosial, justru memperparah ketegangan di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, tanggung jawab menjaga stabilitas global tidak bisa hanya mengandalkan tekanan militer. Negara-negara besar harus kembali mengedepankan diplomasi dan kerja sama multilateral.
Ia juga menilai Dewan Keamanan PBB belum optimal dalam merespons krisis yang berkembang. Lima anggota tetap, yakni Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis, dinilai memiliki tanggung jawab lebih besar untuk mendorong solusi damai.
“Dunia membutuhkan kepemimpinan yang menenangkan, bukan yang memperuncing konflik,” tegas Lula.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut turut memicu kekhawatiran global, terutama terkait jalur energi strategis seperti Selat Hormuz yang berdampak pada pasar energi dunia.
Seruan Lula menambah tekanan internasional terhadap kekuatan besar dunia untuk segera mencari jalan keluar diplomatik, guna mencegah konflik meluas menjadi krisis global.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




