PBB Berduka, Prajurit TNI Gugur dalam Misi Perdamaian di Lebanon
Jumat, 24 April 2026 | 23:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan dukacita atas wafatnya prajurit Indonesia, Rico Pramudia, yang bertugas dalam misi perdamaian UNIFIL di Lebanon selatan.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan kesedihannya atas kepergian prajurit yang dinilainya berdedikasi tinggi dalam menjalankan tugas.
“Kopral Rico Pramudia dari Indonesia, yang mengalami luka kritis pada 29 Maret, telah meninggal dunia akibat luka-lukanya. Saya menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, serta kepada Tentara Nasional Indonesia dan pemerintah Indonesia,” tulis Lacroix di platform media sosial X, Jumat (24/4/2026).
Rico Pramudia sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan di rumah sakit di Beirut sebelum akhirnya meninggal dunia.
Dalam pernyataan resminya, UNIFIL menyebutkan korban mengalami luka parah akibat ledakan proyektil yang terjadi di markasnya di Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Luar Negeri Indonesia kembali mengecam keras serangan yang menyebabkan gugurnya personel pasukan penjaga perdamaian Indonesia.
Pemerintah Indonesia menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Selain itu, Indonesia juga mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan adanya pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Dengan gugurnya Rico Pramudia, tercatat empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) meninggal dunia dalam kurun waktu satu bulan terakhir saat menjalankan misi di Lebanon selatan.
Sebelumnya, Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri pada 29 Maret 2026 dalam peristiwa yang sama. Kemudian pada 30 Maret 2026, dua prajurit lainnya, Zulmi Aditya Iskandar dan Muhammad Nur Ikhwan, turut gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Rangkaian serangan pada akhir Maret hingga awal April tersebut juga menyebabkan sejumlah prajurit lainnya mengalami luka-luka.
Di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan, negara lain seperti Prancis juga dilaporkan kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL setelah serangan terhadap patroli pada 18 April 2026.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




