Trump Temui Xi Jinping, Strategi 2 Kaki China Terbongkar
Rabu, 13 Mei 2026 | 16:05 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dijadwalkan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing pada 13-14 Mei 2026 dalam pertemuan yang dipandang sebagai salah satu agenda diplomatik paling penting tahun ini.
Di tengah memanasnya konflik AS-Iran dan ketegangan ekonomi global, kedua pemimpin akan membahas upaya perdamaian antara AS dan Iran yang hingga kini masih menemui jalan buntu, sekaligus membicarakan hubungan perdagangan kedua negara.
Dalam proposal perdamaian antara AS dan Iran, salah satu tuntutan utama AS kepada Iran adalah penghentian program pengayaan uranium selama 20 tahun. Selain itu, AS meminta Iran membuka kembali Selat Hormuz yang saat ini menjadi titik panas konflik geopolitik dunia. Sebagai imbalannya, AS menawarkan pelonggaran sebagian sanksi ekonomi terhadap Iran yang telah diterapkan sejak 2012.
Pengamat politik luar negeri, Pitan Daslani, mengungkapkan, saat ini lebih dari 30.000 objek ekonomi Iran terkena sanksi, sementara lebih dari 700 BUMN, perusahaan swasta, dan pengusaha Iran mengalami pembekuan aset di luar negeri.
Trump disebut menawarkan pencairan aset Iran sebesar US$ 20 miliar apabila Iran bersedia membuka Selat Hormuz.
"Kalau Selat Hormuz dibuka, Trump akan mencairkan US$ 20 miliar dari total aset Iran yang dibekukan. Total seluruh aset Iran di luar negeri ada US$ 120 miliar, tersebar di banyak negara, termasuk Luxemburg, Korea Selatan, Irak, China, dan negara-negara Eropa. Yang paling besar itu di China, US$ 20 miliar," kata Pitan Daslani dalam podcast Relasi di channel YouTube Beritasatu, Rabu (13/5/2026).
Pitar menyampaikan, dalam pertemuan Trump dengan Xi Jinping, selain membahas rencana pembentukan joint trade commission dan joint investment commission, Trump kemungkinan akan meminta Xi Jinping menekan Iran agar membuka Selat Hormuz. Sebagai kompensasi, aset Iran sebesar US$ 20 miliar yang berada di China akan dicairkan.
Namun, Iran langsung menolak rencana Trump tersebut. Iran menegaskan, yang diinginkan bukan sekadar pencairan dana, melainkan penghentian perang secara total serta jaminan bahwa Iran tidak akan kembali diserang oleh AS maupun Israel.
Posisi China dalam Perang AS-Iran
Pitan juga menyoroti posisi China dalam konflik Iran-AS. Ia menilai banyak pihak keliru menganggap China akan sepenuhnya membela Iran.
"Orang beranggapan China akan bantu, all out berdiri di belakang Iran. Itu kemauan kita, tetapi bukan kemauan China," kata Pitan.
Menurut dia, meskipun Iran menjadi salah satu mitra China, tetapi kepentingan ekonomi China dengan Amerika Serikat jauh lebih besar dibandingkan dengan Iran.
Pitan memaparkan, nilai perdagangan China dengan Iran pada 2024 hanya sekitar US$ 9 miliar. Bahkan pada 2025 turun menjadi di bawah US$ 7 miliar akibat eskalasi konflik Timur Tengah sejak Israel meningkatkan serangan pada pertengahan tahun lalu.
Sebaliknya, perdagangan China dengan AS mencapai sekitar US$ 700 miliar dalam periode yang sama. Selain itu, perdagangan China dengan sekutu AS di Eropa mencapai sekitar US$ 600 miliar. Sementara perdagangan dengan lima sekutu utama AS di Asia, yakni Korea Selatan, Jepang, Filipina, Vietnam, dan Thailand, mencapai sekitar US$ 500 miliar.
Belum lagi perdagangan China dengan negara-negara Afrika yang dekat dengan AS yang nilainya mencapai sekitar US$ 225 miliar. Apabila dijumlahkan, total perdagangan China dengan AS dan negara-negara sekutunya sekitar US$ 2 triliun.
"Kalau nilai perdagangan sebesar itu dibanding dengan perdagangan yang di bawah US$ 7 miliar, tidak mungkin China mau korbankan itu. China juga punya kepentingan dengan Amerika," ujar Pitan.
Selain faktor perdagangan, China juga memiliki posisi strategis karena menguasai pasokan rare earth atau tanah jarang yang sangat dibutuhkan industri Amerika Serikat, termasuk industri pertahanan.

Pitan menjelaskan, terdapat 12 komponen rare earth yang menjadi bahan penting untuk produksi elektronik, peluru kendali, bom, hingga sistem persenjataan modern AS.
“Amerika sangat membutuhkan bahan baku dari China. Ini yang menjadi kartu tawar utama China,” katanya.
Karena itu, menurut Pitan, pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping akan menjadi momentum penting dalam menentukan arah hubungan dagang AS-China, termasuk tarif impor, sekaligus konflik AS dengan Iran.
"Karena China punya posisi tawar yang lebih tinggi dari Amerika di dalam bidang supply 12 komponen rare earth ini, China bisa pakai ini untuk menekan Amerika supaya jangan menaikkan tarif," ungkapnya.
Selain itu, China juga diperkirakan akan meminta AS mencabut sanksi terhadap lima perusahaan petrokimia China yang dikenai hukuman karena membeli minyak dari Iran.
Di sisi lain, AS juga memiliki kepentingan besar agar Selat Hormuz kembali dibuka. Saat ini, Selat Hormuz diblokade Garda Revolusi Iran untuk menekan negara-negara Arab sekutu AS seperti Arab Saudi, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Qatar agar tidak leluasa mengekspor minyak. 1Sebagai balasan, AS juga melakukan blokade di Laut Oman sehingga kapal-kapal Iran tidak bisa keluar dari wilayah tersebut.
Karena itu, Pitan menilai China kemungkinan akan diminta membantu membujuk Iran agar membuka kembali Selat Hormuz, sementara AS diharapkan mengurangi blokade di Laut Oman.
Isu Selat Hormuz juga dibahas di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bahrain disebut telah mengajukan resolusi agar kapal-kapal yang tertahan di kawasan tersebut bisa keluar dengan pengawalan. Namun, usulan itu ditolak China dan Rusia.
Pitan juga menyoroti pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin saat peringatan Victory Day pada 9 Mei lalu. Dalam kesempatan itu, Putin menyatakan Rusia tidak yakin Iran sedang membangun senjata nuklir. Pernyataan tersebut bertolak belakang dengan tuduhan AS dan Israel yang menyebut Iran tengah mengembangkan program senjata nuklir.
Meski demikian, kekhawatiran internasional tetap besar karena Iran disebut memiliki lebih dari 20.000 kilogram uranium, termasuk sekitar 440 kilogram uranium yang telah diperkaya hingga lebih dari 60%.
“Kalau diperkaya sampai 90%, itu bisa menghasilkan 11 bom nuklir. Itu yang orang takut,” ujar Pitan.
Posisi Tawar China Kuat
Pitan menilai China kini berada dalam posisi tawar yang sangat kuat karena memiliki pengaruh besar terhadap Iran maupun AS. Hasil pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping juga akan sangat menentukan arah konflik Timur Tengah ke depan, terutama terkait pembukaan Selat Hormuz.
Namun, meskipun nantinya kesepakatan damai tercapai, Pitan menilai perang Iran dengan AS dan Israel belum tentu benar-benar berakhir dalam waktu dekat. Ia membedakan antara “pertempuran” dan “peperangan”.
“Pertempuran bisa berhenti, tetapi peperangan tetap berlanjut,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pertempuran adalah bentrokan militer langsung seperti serangan rudal atau baku tembak antar tentara. Namun, peperangan dapat terus berlangsung dalam bentuk lain seperti perang ekonomi, perang dagang, hingga perang intelijen.
“Perang perdagangan dan tekanan ekonomi akan terus berjalan,” katanya.
Pitan menyebut, AS kini mulai mengubah strategi tekanan terhadap Iran. Apabila sebelumnya menggunakan pendekatan militer yang disebut “operation epic fury”, kini AS mulai mengarah pada tekanan ekonomi atau “operation economic fury”.
Strategi itu dilakukan melalui blokade terhadap jalur perdagangan Iran, termasuk di sekitar Selat Hormuz.
Tujuannya, kata Pitan, adalah melumpuhkan pemerintahan Iran melalui tekanan ekonomi berkepanjangan.
Namun, di sisi lain, Pitan menilai Iran bukan negara yang mudah ditaklukkan. Ia menyebut Iran memiliki sistem pertahanan yang dikenal dengan istilah “mosaic defense”. Sistem itu membuat kekuatan militer Iran tersebar di berbagai wilayah dan lapisan, sehingga tidak mudah dihancurkan hanya dengan menyerang pusat kekuasaan.
“Kalau kepala ularnya diremukkan, badan dan ekornya tetap hidup,” kata Pitan menggambarkan kuatnya sistem pertahanan Iran.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




