Dino Patti Djalal: RI Harus Kawal Implementasi Perdamaian Iran-AS
Sabtu, 20 Juni 2026 | 04:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai Indonesia perlu terus mendorong seluruh pihak untuk mematuhi komitmen dalam kesepakatan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Langkah tersebut dinilai penting guna menjaga stabilitas kawasan dan memastikan perdamaian benar-benar terwujud.
Hal itu disampaikan Dino seusai menghadiri diskusi publik bertajuk Mid-Year Geopolitical and Economic Outlook 2026 di Sekretariat FPCI, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
Menurut Dino, Indonesia memiliki peran diplomatik untuk mengingatkan seluruh pihak agar konsisten menjalankan isi kesepakatan yang telah disepakati.
"Jadi, kita Indonesia harus mendorong agar semua pihak itu sesuai dengan komitmennya," ujar Dino dilansir dari Antara, Jumat (19/6/2026).
Dino mengungkapkan dirinya masih terus memantau perkembangan implementasi nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Iran dan AS. Menurutnya, penandatanganan dokumen perdamaian merupakan langkah awal, sementara tantangan sesungguhnya terletak pada pelaksanaan komitmen di lapangan.
"Saya melihat kemarin MoU sudah ditandatangani di Versailles. Saya masih terus melihat perkembangannya dan kita lihat implementasinya bagaimana," katanya.
Ia menegaskan keberhasilan sebuah perjanjian damai sangat bergantung pada kedisiplinan seluruh pihak dalam menjalankan setiap poin kesepakatan.
Dino mencontohkan sejumlah perjanjian terkait konflik di Gaza yang telah ditandatangani sebelumnya. Namun, dalam praktiknya, berbagai kesepakatan tersebut kerap mengalami pelanggaran sehingga tujuan perdamaian sulit tercapai.
Karena itu, ia menilai mekanisme pengawasan terhadap pelaksanaan perjanjian menjadi faktor penting agar kesepakatan tidak berhenti sebatas dokumen formal. Selain itu, Dino juga menyoroti meningkatnya tekanan dari komunitas internasional terhadap Israel seiring perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.
"Alhamdulillah, sekarang yang tersudutkan adalah Israel, dan itu artinya ada suatu ganjaran bagi Israel," ujarnya.
Iran dan AS Sepakati Akhiri Konflik
Sebelumnya, pada Kamis dini hari (18/6/2026), Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara virtual untuk mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari 2026.
Kesepakatan tersebut juga memuat komitmen AS untuk mencabut blokade angkatan laut dalam jangka waktu tertentu. Di sisi lain, Iran akan memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling strategis di dunia.
Dino berharap seluruh pihak dapat menjalankan isi kesepakatan secara konsisten sehingga perdamaian yang telah disepakati benar-benar mampu menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




