Kepala BNPB Pastikan Penanganan Darurat Bencana di Sukabumi Berjalan Maksimal
Jumat, 6 Desember 2024 | 18:14 WIB
Sukabumi, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto tiba di Sukabumi, Jumat (6/12/2024) setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan dari Gunung Lewotobi Laki-Laki. Kunjungannya itu, untuk memastikan penanganan darurat bencana di wilayah tersebut berjalan optimal.
Berdasarkan data sementara yang dirilis pada Jumat (6/12/2024) pukul 09.00 WIB, korban meninggal dunia akibat bencana Sukabumi mencapai lima orang. Nama-nama korban yang telah teridentifikasi adalah Aden Dafa, Ade Wahyu, Elma Ayunda, Sahroni, dan Dadang. Empat korban berasal dari Kecamatan Simpenan, sedangkan satu korban lainnya berasal dari Kecamatan Ciemas.
Selain itu, masih ada tujuh orang yang dinyatakan hilang. Menanggapi hal tersebut, Suharyanto memerintahkan tim SAR gabungan untuk mengintensifkan operasi pencarian.
"Melihat dari laporan masih ada yang hilang, tolong tim SAR gabungan lebih mengoptimalkan operasi pencarian di lapangan. Apabila diperlukan menggunakan alat berat, dipersilakan," tuturnya terkait penanganan bencana di Sukabumi.
Suhayanto juga mengingatkan operasi pencarian memiliki masa golden time, yaitu selama tujuh hari. Jika dalam kurun waktu tersebut korban belum ditemukan, dia meminta pemerintah daerah bersama tim SAR gabungan untuk berkoordinasi dengan para ahli waris.
"Apabila masih belum ditemukan dalam kurun waktu tujuh hari, saya minta pemerintah daerah dan tim SAR gabungan untuk menemui para ahli waris. Silakan dimusyawarahkan, apabila para ahli waris masih menginginkan dicari, maka ya harus dicari terus. Kita berusaha semaksimal mungkin," tambahnya.
Selain operasi pencarian, BNPB juga tengah mengupayakan pembangunan jembatan darurat bailey untuk membuka akses mobilitas warga terdampak. Suharyanto menekankan pentingnya memastikan jalur distribusi logistik tetap berjalan, meski medan sulit.
"Dalam kondisi tanggap darurat, apabila akses jalan tidak bisa dilalui roda empat, maka gunakan roda dua. Apabila roda dua tidak bisa, maka ditempuh jalan kaki karena warga terdampak memerlukan bantuan logistik di sana," tegasnya terkait penanganan bencana di Sukabumi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




