Trisa Triandesa Kritik Kebijakan KDM Siswa Masuk Sekolah Jam 6 Pagi
Jumat, 6 Juni 2025 | 15:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Aktor sekaligus neuroscience communicator Trisa Triandesa mengkritik kebijakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM yang memajukan jam masuk sekolah bagi siswa PAUD hingga SMA/sederajat menjadi pukul 06.30 WIB.
Trisa Triandesa yang merupakan lulusan MSc Cognitive Neuroscience and Neuropsychology dari Birkbeck University of London, dan sarjana psikologi dari Universitas Kristen Maranatha Bandung mengatakan kebijakan itu sangat berbahaya bagi kesehatan mental serta perkembangan anak.
Trisa menanggapi kebijakan jam masuk sekolah lebih pagi yang diberlakukan Dedi Mulyadi dari sudut pandang neurosains atau ilmu saraf yang merupakan bidang keilmuannya.
“Dari sudut pandang neurosains nih kang, rencana ini justru berisiko besar untuk kesehatan otak dan perkembangan anak,” kata Trisa dalam video yang diunggah di akun Instagramnya @trisatriandesa dikutip, Jumat (6/6/2025).
Trisa menyampaikan berdasarkan hasil penelitian neurosains, anak sekolah dasar (SD) usia usia 6 sampai 12 tahun secara biologis cenderung bangun lebih pagi dan otaknya relatif siap untuk belajar di pagi hari.
“Tetapi mereka tetap butuh 9 sampai 11 jam tidur per malam. Kalau masuk jam 6 pagi, berarti mereka harus tidur jam 7 malam, bahkan lebih awal kalau rumahnya jauh, realistis enggak kang?” ujar Trisa.
Remaja SMP sampai SMA usia 13 sampai 18 tahun, menurutnya, paling terdampak jika dipaksa masuk sekolah jam 6 pagi. Pasalnya, otak remaja mengalami pergeseran ritme sirkandian alias jam bilogis saat pubertas.
“Ini proses alami yang mengakibatkan remaja lebih sulit untuk tidur sebelum jam 11 malam. Jadi kalau disuruh bangun jam 4 atau jam 5 pagi, yang terjadi adalah kekurangan tidur yang kronis,” jelas Trisa.
Efeknya, lanjut dia, konsentrasi sang anak akan menurun, memorinya terganggu, emosi kurang stabil, risiko depresi meningkat, dan prestasi akademik bakal merosot.
Menurutnya, studi neurosains sudah menunjukkan jam masuk sekolah paling ideal, adalah pukul 8.30 atau bahkan lebih siang. Bahkan waktu paling optimal untuk belajar dan fokus, adalah sekitar pukul 09.00 sampai pukul 10.00 pagi.
“Jadi kalau tujuannya adalah membentuk karakter dan disiplin anak bukan lewat cara yang mengorbankan otak mereka. Memangnya mau kualitas warga Jabar di masa mendatang menurun? Nanti Kang Dedi lho yang di-salahin,” tukasnya.
Trisa menegaskan sudah banyak studi yang menunjukkan bahwa memundurkan jam masuk sekolah bisa meningkatkan prestasi, mood, dan kesehatan mental.
Menurutnya, jam masuk sekolah sebaiknya menyesuaikan dengan proses perkembangan otak alami anak atau berdasarkan riset.
“Kalau boleh tahu nih kang landasan ilmiah apa siswa di Jabar harus masuk jam 6 pagi?” tanya Trisa.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani juga mengkritik keras kebijakan Dedi Mulyadi yang mewajibkan siswa masuk masuk sekolah dari pukul 06.30 WIB. Dia mendesak kebijakan itu dikaji ulang.
"Tolong ini dikaji lebih mendalam, tolong ini dianalisis lebih mendalam," kata politisi PKB itu.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




