Subang Mendunia! 96 Ton Kopi Dikirim ke Aljazair
Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:55 WIB
Subang, Beritasatu.com – Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono melepas ekspor kopi robusta milik Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah ke Aljazair.
Pelepasan ekspor berlangsung di Resi Gudang Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, Desa Cisalak, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Pada ekspor kali ini, koperasi memberangkatkan 96 ton kopi robusta, setara dengan lima kontainer, untuk memenuhi permintaan pasar Afrika Utara.
Ferry Juliantono menyampaikan apresiasi atas capaian koperasi produsen daerah yang mampu bersaing di pasar internasional.
“Saya hadir langsung untuk menyaksikan ekspor kopi Koperasi Gunung Luhur Berkah ke Aljazair sebanyak 96 ton. Sebelumnya koperasi ini juga telah mengekspor ke berbagai negara. Ini sangat membanggakan bagi Kementerian Koperasi,” ujar Menteri Ferry Julianto kepada wartawan, Sabtu (17/1/2026).
Ia menegaskan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa koperasi dapat bertransformasi menjadi badan usaha modern dan berdaya saing global, terutama dengan dukungan pemerintah daerah, Kadin, serta sinergi lintas sektor.
“Ini membuktikan bahwa koperasi bisa menjadi badan usaha yang modern dan go internasional,” katanya.
Ferry Julianto menjelaskan, bahan baku kopi berasal dari petani lokal, termasuk petani yang mengelola lahan di kawasan Perhutanan Sosial. Seluruh proses pengolahan dilakukan di fasilitas koperasi, mulai dari pengeringan, penyortiran, hingga pengemasan sebelum diekspor.
Dalam kesempatan tersebut, Ferry juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) bertransformasi menjadi koperasi.
“Seluruh KUPS akan kita dorong menjadi koperasi. Kita bantu, dampingi, inkubasi, hingga pembiayaannya melalui LPDB Kementerian Koperasi, agar produk perhutanan sosial menjadi produk unggulan,” jelasnya.
Penguatan koperasi dinilai sebagai langkah strategis untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dari Vietnam sebagai salah satu produsen kopi dunia.
Selain itu, koperasi juga diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda, termasuk milenial dan Gen Z.
Ketua Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah, Miftahudin Shaf, menyebut produktivitas kopi anggota koperasi berkisar 800 kilogram hingga 1 ton per hektare per musim.
Ia menambahkan, koperasi yang dikelolanya secara konsisten mengekspor lebih dari 1.000 ton kopi per tahun.
Pada periode Agustus 2024 hingga Maret 2025, koperasi telah mengekspor 960 ton kopi ke sejumlah negara, seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Lebanon, Vietnam, dan Tiongkok, dengan total nilai ekspor mencapai 4,6 juta dolar Amerika.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




