Keluarga Ungkap Kejanggalan Tewasnya Mahasiswi Akibat Aborsi
Rabu, 18 Februari 2026 | 13:57 WIB
Bekasi, Beritasatu.com - Kematian tragis seorang mahasiswi PAF (20) akibat aborsi ilegal di sebuah apartemen di Cikarang Utara membuat keluarga terpukul. Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu hasil resmi autopsi dari polisi karena menemukan sejumlah kejanggalan pada tubuh korban.
Ibu korban, Ani (46), tak menyangka putrinya pulang dalam keadaan tak bernyawa. Ia mengatakan korban pamit dari rumah dengan alasan hendak menginap di rumah temannya sekaligus menarik gaji pertamanya. “Dia bilang mau ambil gaji. Kerjanya baru sebulan. Sehat, enggak sakit apa-apa,” kata Ani di rumah duka, Kampung Rawa Bangkong, Cikarang Timur, Rabu (18/2/2026).
Kabar duka justru datang dari polisi. Ani mengaku didatangi petugas yang membawa identitas korban. “Polisi bilang ada mayat di apartemen. Pas saya lihat dompetnya, ternyata anak saya,” ujarnya dengan suara lirih.
Yang membuat keluarga semakin curiga, Ani melihat tanda-tanda mencurigakan di tubuh korban. “Di leher ada bekas hitam-hitam. Mulutnya juga mangap. Saya jadi kepikiran macam-macam,” katanya.
Hingga saat ini, keluarga belum menerima hasil autopsi resmi dari pihak kepolisian. “Belum ada kabar apa pun. Kami cuma bisa menunggu,” ucap Ani.
Menurut keluarga, korban dikenal pendiam dan jarang bercerita soal kehidupan pribadinya. “Di rumah paling senyum-senyum, jarang keluar. Kalau kerja ya kerja,” tutur sang ibu.
Paman korban, Pandi (53), mengatakan keluarga mendapat kabar sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. “Kami langsung ke rumah sakit. Kaget, enggak nyangka,” ujarnya.
Pandi mengaku pihak kepolisian menyebut dugaan awal korban meninggal akibat overdosis obat. Namun, keluarga masih mempertanyakan bagaimana korban bisa berada di apartemen dan siapa yang membawanya ke sana. “Katanya ada obat-obatan. Namun, siapa yang ngajak, siapa yang kasih, itu yang kami mau tahu,” tegasnya.
Keluarga juga mengungkap korban sempat punya masalah asmara. Ia diketahui pernah bertunangan, tetapi hubungan itu kandas sekitar 6 bulan lalu. “Dia pernah bilang diperlakukan kasar, tetapi anaknya tertutup, jarang cerita,” tambah Pandi.
Hingga kini, polisi masih mendalami kasus tersebut. Sementara keluarga hanya berharap penyelidikan dilakukan secara terbuka agar penyebab kematian korban terungkap jelas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




